Sumur Bantuan Badan Geologi Tak Bisa Difungsikan, Warga Pupus Harapan


Sumur Bor Badan Geologi Kementrian ESDM, Waktoe/ Ihsan

Sumur Bor Badan Geologi Kementrian ESDM, Waktoe/ Ihsan

JAMBI - Sumur Bor bantuan dari Badan Geologie Kementrian EKonomi Sumber Daya Mineral di desa Pematang Rahim kecamatan Mendahara Ulu kabupaten Tanjab Timur Provinsi Jambi mangkrak. Sabak, 4 Februari.

Sumur bor yang dibantukan ditahun 2016 ini  senilai 400 hingga 500 juta rupiah itu sesuai spesifikasinya memiliki kedalaman 125 Meter dengan debit air yang dihasilkan 1,5 hingga 1,7 liter perdetik.

Dengan alat penghisap yang digerakkan dengan Genset diharapkan mampu melayani 1200 rumah.
Jika berdasarkan perhitungan teknis oleh badan Geologi sumur dianggap sudah layak baik kualitas airnya maupun debitnya susah memenuhi baru diserahkan kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemeliharaanya.

Namun alih alih dapat dimanfaatkan oleh warga atas keberadaan sumur bor tersebut. Namun sumur ini sejak awal belum bisa difungsikan karena air masih sangat kotor bahkan bisa dibilang masih berlumpur.

Warga mengatakan, sejak awal sumur diserahkan sebetulnya kondisi air belum baik, belum jernih, lumpur masih ikut. Berjalannya waktu setelah diserahkan, ternyata mesin nya yang dibawah terbakar dan setelah diperbaiki pun mesin lagi lagi terbakar.
"Kita gak tahu kenapa bisa begitu, kok mudah sekali terbakar", ujar warga yang lain menimpali.

Kondisi mangkraknya sumur bantuan dari Badan Geologi kementrian ESDM, lebih tepatnya gagal, karena sejak awal belum bisa digunakan.

Pejabat Badan Geologi Andi Armandi mengatakan, pemeliharaan sumur setelah diserahkan menjadi tanggungjawab daerah. Mengenai soal tidak berfungsinya, coba kita tanyakan ke Satkernya ya, ujarnya.

Diketahui, Bantuan sumur bor dari badan Geologie Kementrian ESDM di provinsi Jambi mulai tahun 2016 - 2018   tersebar di seluruh kabupaten kota disamping itu kementrian ESDM juga memberikan bantuan berupa penerangan jalan umum dengan tenaga surya.
Bahkan secara langsung mentri ESDM Ignasius Jonan datang langsung di Provinsi Jambi tepatnya di Kemingkin Dalam kecamatan Taman Rajo kebulatan Muaro Jambi (September 2018, yang lalu) untuk menyerahkan secara simbolik bantuan tersebut.
Namun, belum diketahui berapa jumlah yang bisa difungsikan secara maksimal dan apakah ada yang bernasib seperti Di kabupaten Tanjab Timur.