Sunarna; Sertifikat Tanah Bisa Dimutasi Ke Muaro Jambi


Sertifikat tanah. Waktoe/Ilustrasi

Sertifikat tanah. Waktoe/Ilustrasi

JAMBI - Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Kabupaten Batanghari diduga telah salah dalam menerbitkan sertifikat tanah atas nama Kemas Muhammad Amin. Sertifikat itu diterbitkan pada 2012 lalu di atas tanah yang berada di RT 06 Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi. Muaro Jambi,  27 Mei. 
Produk sertifikat tanah yang diterbitkan BPN Batanghari itu kini menjadi polemik. Masalahnya, tanah itu diklaim Sudirman merupakan miliknya. Tanah itu dibeli Sudirman dari Asnawi pada 2018 lalu. 
" Tanah itu berlokasi di RT 06 Desa Tantan. Wilayah ini kan berada di Kabupaten Muaro Jambi. Anehnya, kok yang menerbitkan sertifikat pihak BPN Batanghari," kata Sudirman, warga Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, kepada kantor berita waktoe, Senin (20/5).
Sudirman menyebut, tanah yang dibelinya itu telah berisi tanaman sawit dengan luas satu hektar lebih,  Surat tanah itu pada saat pembelian masih dalam bentuk sporadik yang diterbitkan Pemerintah Desa Tantan. 
" Saya beli dari warga Tantan itu sendiri. Cuman, herannya kok sekarang tiba-tiba ada yang klaim punya sertifikat. Itu yang ngak masuk akal, " katanya. 
Sudirman mengaku sudah membahas persoalan ini dengan Kepala Desa Tantan. Kepala Desa Tantan menyatakan bahwa secara administrasi maupun secara de facto,  lokasi tanah itu berada di Desa Tantan. 
Atas persoalan ini, Kepala Desa Tantan telah melayangkan surat kepada Bupati Muaro Jambi, guna melaporkan keberadaan sertifikat milik BPN Batanghari itu. 
" Kades sudah menyurati bupati, mudah-mudahan bisa diselesaikan, " ujarnya. 
Bupati Muaro Jambi, Masnah Busyro saat dikonfirmasi terkait penerbitan sertifikat tanah yang dilakukan BPN Batanghari mengatakan akan memanggil Kepala BPN Muaro Jambi, Camat dan Kepala Desa Tantan, untuk membahas persoalan ini. Pemanggilan ini erat kaitannya karena lokasi Desa Tantan memang berbatasan langsung dengan Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. 
" Permasalahan ini harus segera diselesaikan. Secepatnya akan saya panggil camat,  Kades Tantan dan BPN. Lokasi ini kan berada di batas. Kita mau tahu masalahnya. Kenapa BPN Batanghari menerbitkan sertifikat di wilayah kita," kata Masnah Busyro. 
Masnah Busyro  selesai rapat kerja dengan dewan mengatakan kepada kantor berita waktoe juga menekankan kepada kabid  tapal batas agar segera melakukan Ceking dilapangan untuk mendapatkan kejelasan. 
Sementara itu,  Suharna, kepala kantor  Agraria dan tata ruang/ pertanahan kabupaten Muaro Jambi melalui selulernya saat dihubungi, akan melakukan koordinasi dengan BPN Batanghari dan akan cek dilokasi.
“coba nanti kita cek dulu mas. kita harus koordinasi dulu dengan batanghari”,  jelasnya
Lanjut Sunarna,  keberadaan sertifikat yang dikeluarkan pun tidak batal. 
“Kalau  memang sesuai aturan yang tanah tersebut ada masuk muaro jambi yang sertifikat tinggal mutasikan aja ke muaro jambi” pungkasnya.