Tak Ada Masker Di OPD Pelayanan Publik, Kadinkes Jawab Begini


Masker untuk pencegahan paparan virus korona. Waktoe | Ilustrasi

Masker untuk pencegahan paparan virus korona. Waktoe | Ilustrasi

JAMBI - Derita bagi petugas  yang berkaitan dengan pelayanan publik dibeberapa OPD. Mereka tidak bisa menghindar karena harus bersentuhan dengan  warga pemohon, karena mau tidak mau  berinteraksi dengan masyarakat atau pemohon. Tanjab Timur, 17 Maret.

Disisi lain, mereka tidak dibekali dengan masker, sebagai salah satu alat pelindung agar terhindar atau bagian upaya pencegahan dari Covid-19.

Ernawati Kadis Kesehatan Tanjung Jabung Timur, mengatakan stock masker di dinas terbatas, maka hanya diperuntukan bagi yang sakit atau yang sedang merawat orang sakit.

Ernawati, Kadis Kesehatan Tanjabtim  menjelaskan,  Stok masker hanya diperuntukan untuk orang yang sakit saja, jadi hanya  untuk  tenaga kesehatan saat merawat dan memeriksa pasien yang sakit.

"Bagi yang lain untuk OPD dipelayanan publik, mereka harus tahu untuk ter papar jarak komunikasi harus dengan jarak 1 meter, tidak kontak, sering cuci tangan, kalau kami harus siapkan masker berapa banyak masker yang harus disiapkan, coba  hitung satu hari satu masker kali berapa, dikalikan jumlah OPD. Disisi lain sementara stok kita tidak cukup, mau beli barang tidak ada", ungkap Ernawati.


"Yang paling beresiko terpapar dan tertular adalah nakes saya yang di puskesmas sama yang dirumah sakit, ini lah yang ujung tombak garda terdepan nya yang langsung kontak".


Dari hasil pantauan, kantor berita waktoe, beberapa OPD yang terkait pelayanan publik seperti dinas kependudukan dan catatan sipil, dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dinas pendidikan atau sekolah-sekolah.