Tekad Bulat R2, Ogah Pakai Mesin Partai, Pilih Jalur Perseorangan


Pasangan bakal calon perseorangan Romi Hariyanto dan Robby Nahliansyah saat menyerahkan berkas dukungan di KPUD Tanjab Timur. Waktoe | Ihsan

Pasangan bakal calon perseorangan Romi Hariyanto dan Robby Nahliansyah saat menyerahkan berkas dukungan di KPUD Tanjab Timur. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Jumat keramat (21/2) dimulai  sekitar pukul 09.30 WIB menjadi momentum KPUD Tanjab Timur. Dimana KPUD menerima tamu dari calon perseorangan yang notabene Bupati dan wakil bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto - Robby Nahliansyah. Mereka berdua beserta pendukungnya menyerahkan surat dukungan sebanyak 20.000 an untuk dukungan jalur perseorangan. Tanjab Timur, 21 Februari.

Sesuai surat pemberitahuan yang disampaikan sebelumnya Pasangan R2 (Romi Hariyanto - Robby Nahliansyah) yang akan membawa 2000 pendukungnya, ternyata diperkirakan hanya sekitar 200 san orang.

Pasangan R2, setelah menyerahkan berkas dukungan yang diterima langsung oleh Nurkholis ketua KPUD Tanjab Timur beserta jajaran, berkas terlihat dilokasi gedung belakang langsung di check petugas KPU.

Moment penyerahan berkas dukungan ke KPUD dilanjutkan konfrensi pers oleh KPUD bersama bakal pasangan calon dan bawaslu. Dihadapan media Romi Hariyanto banyak dicecar pertanyaan oleh media.

Romi Hariyanto mengatakan, sudah bulat  bersama Robby Nahliansyah  dalam pilbup 2020 melalui jalur perseorangan.

"Ini sudah menjadi tekad bulat kita, seperti yang  kita sampaikan di depan pengurus DPW PAN Jambi kemarin sore, dan DPW mengerti," Ujarnya.

Lebih lanjut Romi menyampaikan, saya datang kesini karena saya kader PAN maka saya didampingi seluruh jajaran DPD dan DPC PAN  dan Seluruh anggota fraksi serta Agus Rama anggota DPRD provinsi Jambi dari partai PAN.

Disini tidak ada R2 dan DiGAS tetapi melebur jadi satu mendukung jalur perseorangan dan ini merupakan pilihan baik karena tidak melukai PAN dan tim pendukung.

Kata Romi, Selaku kader PAN, tidak pernah ada niat mengkhianati partai PAN dengan demikian mohon  kawan partai PAN  untuk bisa memahami.

Isu mahar yang menyebabkan mundurnya Romi dan memilih jalur perseorangan, di tampik keras oleh Romi, "Tidak ada mahar dalam  mendapatkan rekomendasi dan pintu PAN lebar bagi kami. Dan PAN tidak membuka penjaringan dengan begitu diperkirakan akan mengeluarkan rekomendasi ke kita berdua," Ungkapnya

Lanjut Romi, Panjang kalau saya cerita disini, semalam rapat di DPW
PAN, sudah kita sampaikan kenapa kami maju dari jalur independent dan berharap PAN  bersama kami.

Saat disinggung latar belakang memilih jalur independent, Romi selalu berkilah dan karena proses panjang dan satu hal kami memilih jalur independent  karena 1,5 bulan terakhir kami kumpulkan dukungan, hingga mencapai 82 ribuan, ini bukan kerja ringan ya.

Mata pilih kita hanya 190 ribu mata pilih dan setiap pemilu hanya 82 persen jadi yang memakai hak pilih hanya sekitar 120 ribu. Dan kami tidak mau menciderai yang sudah mengkumpulkan dukungan .

Tim kita mampu mengumpulkan berkas dukungan sebanyak 82.000 dan yang kita serahkan 30.000 yang tersisa 50.000 kita simpan di Gudang.

Jika PAN mengusung sendiri, maka kami siap,  tapi berharap PAN mendukung.

Kami yakin memiliki strategi dan tim kami adalah petarung semua, setiap rival harus diperhitungkan.

Dalam tahapan dan langkah yang kami lakukan, saya selalu koordinasi dengan DPW, dan sebetulnya terbuka dicalonkan lagi melalui PAN tetapi ada beberapa hal, maka kami memilih jalur ini.

"Kami tidak ada unsur kecewa dengan memilih jalur ini," Cetus Romi.

Dan saat dipertanyakan kenapa dukungan masyarakat,  tidak dialihkan ke PAN, karena Romi Ketua DPD? Dijawabnya untuk menanyakan ke DPW Jambi.

Masih dengan Romi Hariyanto, saat ditanyakan siap dipecat, dijawab apapun resikonya siap menerima.

Romi juga dicecar dengan pertanyaan, apakah anda sadar telah membuat kecewa PAN,  dijawabnya saya tidak tahu tanyakan ke DPW.

Soal mahar yang ditanyakan, Romi mengelak dan tidak mau menjawab, soal keretakan di DPW pun diserahkan ke DPW.

"Tanjung Jabung Timur  merupakan kabupaten khusus maka  tidak membuka pendaftaran,  kami sepakat kawan PAN tetap akan bersama saya, apapun resikonya. Tetapi disisi lain Romi juga yakin dengan mesin partai PAN, saat dipertanhakan mengenai hal tersebut.

Sedangkan pasangan Romi yaitu Robby Nahliansyah saat ditanyakan kesiapan  dalam mendampingi mengatakan prinsip bismillah saya bersyukur punya suami sholekah, dan apapun keputusan beliau saya siap mendampingi.

"82.000 dukungan terkumpul atas kerjasama DPC, DPRT PAN. Jadi tidak mungkin ditelantarkan," Jelaskan

Romi menambahkan DPC, DPRT rapat tadi sebelum berangkat, disitu saya sampaikan tahapan  dan persoalan termasuk resikonya, kita sepakat apapun itu,  1000 persen kita akan melangkah bersama.

Saat disinggung, apakah ini  manuver, dijawab,  PAN yang ada disini keluarga sendiri,  jadi tidak ada pikir-pikir  untuk mundur tetap jalur independent.

Sementara Nurkholis, ketua KPUD Tanjab Timur  menerima berkas dukungan calon perseorangan, tadi dilihat silon sejumlah  30.203 dukungan dalam formhlir B1. Syarat 10 persen setara 16.858 sayarat dukungan.

"Sekarang baru dicek dan dicocokan jumlahnya dan kelengkapan sesuai daftar di Silon selanjutnya verifikasi administrasi mulai 27 Februari hingga 25 Maret. Dan verifikasi faktual.10-18 Mei 2020, untuk pendaftaran baru besok pada 16-18 Juni," jelasnya.

Sedangkan syarat sebaran 50 persen, kelihatannya terpenuhi karena hampir disetiap kecamatan dan desa ada surat dukungannya.


POINT PENTINGNYA ADALAH VERIFIKASI ADMINISTRASI MULAI 27 FEBRUARI, MAKA JIKA BERKAS DUKUNGAN SUDAH DIVERIFIKASI BAKAL CALON PERSEORANGAN TIDAK BISA DICALONKAN OLEH PARTAI, INI BERDASARKAN PKPU NO 3 PASAL 34.
BEGITU PULA JIKA SUDAH MENDAFTAR NANTINYA TIDAK BISA MUNDUR KARENA KENA SANKSI


kata Nurkholis, Jadi masih ada celah bisa mundur sebelum tanggal 27 Februari, tetapi tidak cukup waktu kalau kemudian muncul wacana mengganti pasangan.

Dalam kesempatan tersebut Samsedi ketua Bawaslu Tanjab Timur pun menyampaikan hari ini Bawaslu mengawasi proses pencocokan jumlah sebanyak 50.000 berkas dukungan berupa e KTP atau Suket Dukcapil dan surat pernyataan dukungan dalam form B1 yang ditandatangani atau jap jempol.

"Kita mengawasi pencocokan diperkirakan memakan waktu 72 jam", ungkapnya

Kata Samsedi, yang dilarang memberikan dukungan pencalonan jalur perseorangan ini adalah ASN, TNI dan POLRI serta Perangkat Desa.