Tudingan Boneka Bagi Abdul Rasid, Dedi Saputra: Itu Black Campaign


Paslon Abdul Rasid - Mustakim saat deklarasi pemenangan di kantor DPC PDI perjuangan Tanjung Jabung Timur

Paslon Abdul Rasid - Mustakim saat deklarasi pemenangan di kantor DPC PDI perjuangan Tanjung Jabung Timur

JAMBI - Dedi Saputra, koordinator Media Center paslon  Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Abdul Rasid - H. Mustakim,  menolak anggapan bahwa kandidat Calon Kepala Daerah berjargon 'Ramah' merupakan Calon Bonekanya R2 di Pemilihan Bupati (Pilbub) Tanjabtim. Hal ini disampaikan kepada kantor berita waktoe (8/9) di rumah besar pemenangan.

Dedi mengatakan, Pasangan 'Ramah' telah resmi mendaftar menjadi peserta Pilkada Tanjabtim ke KPU dengan diusung oleh 5 Partai Politik (Parpol) melalui perjuangan yang berat.

Point utamanya adalah kita diusung oleh lima parpol yang sama sama komitment untuk pembangunan Tanjung Jabung Timur (PDIP, Nasdem, PBB, PPP, dan Partai Garuda). Kedua, jika berfikir cerdas dan logikanya jalan, maka Abdul Rasid dengan jabatan di eselon II dan pensiunnya masih 9 tahun lagi. "Jadi kampanye hitam itu mudah ditepis," Jelas Dedi.

Dedi mengajak seluruh masyarakat di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung itu untuk lebih cerdas dan tidak mudah mempercayai isu-isu miring, Kita yang selama ini di diskriminasi dengan isu yang beredar, saatnya kita bersama akan lawan.

Masih kata Dedi, "Saya tegaskan bahwa Abdul Rasid bukanlah calon boneka. Abdul Rasid adalah seorang ASN yang notabene masa pensiunnya masih 9 tahun lagi. Jadi ASN mana yang mau mengorbankan jabatannya hanya untuk dijadikan boneka, sementara 9 tahun lagi baru pensiun. Saya yakin masyarakat Tanjabtim sudah cerdas,"kata Dedi Saputra kepada wartawan, Selasa (08/09/20).


Baca juga: 

http://waktoe.com/content/pilkada-tanjab-timur-panglima-adri-pp-se-jambi-siap-menangkan-abdul-rasid

http://waktoe.com/content/paslon-abdul-rasid-mustakim-datang-ke-kpu-naik-motor

http://waktoe.com/content/deklarasi-paslon-abdul-rasid-mustakim-jawab-keinginan-publik


Ditambahkan, niat maju Abdul Rasid pada Pilkada serentak tahun 2020 ini adalah bentuk panggilan jiwa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Ditambah lagi dukungan penuh para tokoh masyarakat di Tanjabtim yang menginginkan perubahan.

"Beliau maju bukan karena disuruh atau diperintah oleh siapapun. Beliau maju murni karena panggilan jiwa untuk mengabdi ke masyarakat Tanjung Jabung Timur,"tegasnya.

Bermodalkan Pengalaman yang dimiliki di Pemerintahan sebagai birokrat, lanjut Dedi, Abdul Rasid memiliki modal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat di kabupaten Tanjabtim. 

" Kedepan akan kita sampaikan terobosan-terobosan Abdul Rasid dalam membangun Tanjab Timur dan itu untuk kesejahteraan masyarakat, jika terpilih nanti," Pungkasnya.