Tujuh Kali "Montiri" Anak SMA, SiMontir Diringkus


Konfrensi pers Kapolres Muaro Jambi Akbp Mardiono. Waktoe/Ihsan

Konfrensi pers Kapolres Muaro Jambi Akbp Mardiono. Waktoe/Ihsan

JAMBI - Tersangka pertama kali melakukan tindak asusila dengan pacarnya yang masih sekolah di perkebunan sawit, selalu merekam dengan selulernya untuk senjata dalam aksi berikutnya. Muaro Jambi, 28 Mei.
Tindak asusila terhadap anak dibawah umur ini diungkap dalam konfrensi pers (27/5) oleh kapolres Muaro Jambi Akbp Mardiono. Dalam Pers Release kasus pencabulan Terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Daerah Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi, 15 maret 2019 lalu, polisi berhasil meringkus satu orang tersangka atas nama Rio Nur Wahid (25) yang notabene pacarnya korban yang berprofesi sebagai  montir, yang merupakan  warga unit 06 Kecamatan sungai bahar.
Pelaku berhasil di ringkus pada tanggal 20 mei 2019, di tempat kediaman nya tanpa perlawanan.
Akbp Mardiono Kapolres Muaro Jambi mengatakan, Berdasarkan pengakuan tersangka, Tersangka sudah melakukan tindakan pencabulan dan persetubuhan sebanyak 7 kali dengan seorang korban yang berusia di bawah umur, yang merupakan seorang Siswi kelas 1 SMA di wilayah tersebut.
Kata Kapolres, Tersangak saat pertama kali melakukan pencabulan terhadap korban dengan merekam aksi nya dengan video ponsel milik tersangka yang di jadikan sebagai senjata untuk melakukan aksi berikutnya. tersangka selalu mengancam korban akan menyebarkan video tersebut apabila korban tidak mau mengikuti permintaannya, hingga akhirnya korban sudah tidak sanggup lagi memenuhi permintaan korban, yang akhirnya tersangka  benar benar melaksanakan ancamannya dengan menyebarkan video tersebut ke media sosial facebook. Karena terus mendapatkan ancaman akhirnya  korban melaporkan kejadian ini kepda pihak berwajib.
Untuk Mempertanggung jawaban perbuatannua, pelaku di jerat dengan undang-undang perlindungan anak,  Serta undang-undang ITE karena telah menyebarkan Video mesum dengan ancaman Hukuman Minimal 5 tahun penjara dan Maksimal 15 tahun penjara.
Diketahui, tingginya tindakan kejahatan asusila terhadap anak dibawah umur di kabupaten Muaro Jambi hingga ombudsman menilai organisasi P2TP2A dibawah standart pelayanan.