Ujung Jabung Penantian Panjang Jambi, PUPR: KIta Kerjasama TNI


isimewa/dan

isimewa/dan

Jambi - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Muhammad Fauzi mengatakan bahwa pada awal tahun 2019 akan dimulai langkah awal untuk pembangunan pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang diawali dengan pembebasan lahan.

Menurut Fauzi terdapat 23 KM lahan yang belum terbuka menuju pelabuhan Ujung Jabung sehingga perlu ada kerjasama dengan TNI dan pemangku kepentingan lainnya.

“Masih ada sekitar 23 KM lagi yang belum pembebasan lahan. Untuk itu kita kerjasama dengan TNI,” kata Fauzi, Selasa (8/1/2019)

Hal ini dsimabut baik Mantan Anggota Komisi Keuangan DPR RI Usman Ermulan meminta pemerintah pusat segera menuntaskan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung salah satunya untuk meningkatkan ekspor batubara.

"Pelabuhan itu akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat Jambi. Meski penyelesaiannya masih memerlukan waktu, Pemerintah Provinsi Jambi harus terus memperjuangkannya ke pemerintah pusat," ujar Usman Ermulan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Vahrial Adhi Putra mengatakan pada pertemuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan BPK-RI di Jakarta beberapa hari lalu, Pelabuhan Ujung Jabung tepatnya di Sungai Itik Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, itu disepakati bersama untuk dikembangkan sebagai pusat distribusi.

Pemprov Jambi diminta untuk berkomitmen dan fokus terhadap percepatan penyelesaian pembebasan lahan jalan akses yang belum terselesaikan. Pembangunan jalan akses menuju pelabuhan akan menjadi catatan Kementerian PUPR setelah pembebasan lahan untuk jalan akses pelabuhan diselesaikan Pemprov Jambi.

"Pemerintah pusat akan mencari langkah-langkah alternatif penyelesaian jalan akses dan Pelabuhan Ujung Jabung sebelum 2021," katanya.

Untuk diketahui kawasan Pelabuhan Ujung Jabung itu dibangun di atas lahan seluas 4.200 hektare dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2021. Kawasan tersebut juga sudah tetapkan sebagai kawasan strategis melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi.

Pelabuhan Ujung Jabung itu digadang-gadang menjadi kawasan ekonomi terpadu yang dapat menopang ekonomi strategis daerah berupa pertanian, perkebunan dan pertambangan dan migas.