Upaya Menjatuhkan Abdul Rasid, Siapa Yang Bertanggung Jawab?


Abdul Rasid kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik. Waktoe | dok

Abdul Rasid kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik. Waktoe | dok

JAMBI - Baru berselang beberapa hari dari panggilan Bawaslu tentang klarifikasi pemasangan baliho pasangan calon yang salah satunya Abdul Rasid sebagai calon bupati Tanjung Jabung Timur di Mendahara Ilir baru selesai, dimana  pemasangan baliho paslon tersebut bukan atas inisiasi Abdul Rasid. Tanjab Timur, 2 Mei 2020

Beberapa hari setelah pemanggilan klarifikasi tersebut, muncul lagi pemasangan baliho paslon bupati dan wakil bupati di desa Bukit Tempurung. Dalam baliho tersebut  nama Abdul Rasid juga sebagai Calon Bupati. Namun hingga kini belum diketahui atau nama yang bertanggungjawab atas pemasangan baliho tersebut.

Abdul Rasid sendiri yang saat ini sebagai  Kaban Kesbangpol memang mendapat dorongan warga agar mencalonkan diri jadi bupati Tanjab Timur periode 2021-2025.

Abdul Rasid  memang digadang-gadang oleh masyarakat untuk menjadi bupati Tanjung Jabung Timur periode 2021-2025, Karena dengan pengalaman birokrasinya dianggap mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di kabupaten yang sudah berumur 20 tahun ini.

Beberapa postingan warga masyarakat/nitizen di medsos  yang memasangkan Abdul Rasid dengan Aynur Ropik (Pengusaha, red)  atau ada yang juga memasangkan Abdul Rasid dengan M.Aris (politikus PAN, red) sebagai bukti dimana nama Abdul Rasid menjadi tokoh sentral untuk mengalahkan petahana.

Saat dikonfirmasi via selulernya, Abdul Rasid menyatakan hingga kini beliaunya belum pernah memasang baliho atau bentuk APK yang lain.

"Saya belum pernah memasang baliho, kalau ada pemasangan baliho setahu saya dari kelompok warga masyarakat yang mengatasnamakan rumah AdA, dan itu menjadi hak mereka sebagai wujud dukungan ke saya", ungkapnya.

Sementara, adanya baliho yang memasangkan saya dengan bakal calon yang lain bukan inisiasi saya dan saya tidak mengetahuinya. "Dan, Alkhamdulillah banyak yang menginginkan saya menjadi pasangannya, tapi karena saya masih ASN maka ada aturannya dan saya taat atas itu", pungkasnya.

Sementara itu, Hidayatullah salah satu inisiator "Rumah AdA", menyatakan senang dengan jagoannya menjadi rebutan bakal calon yang akan mendampingi", ungkapnya.

Tapi, pak Rasid itu paham aturan ya, dan dia tokoh yang taat aturan. Yang jelas diluar stempel rumah ada bukan tanggungjawab kami.

"Saya salah satu inisiator "Rumah AdA" mengharapkan bagi volunteer/relawan yang lain agar hati hati, yang kita hadapi   meskipun lewat jalur perseorangan/independent tapi penguasa", pungkasnya.