Varietas Padi Rojolele Dilepas, Ini Keunggulannya


Bupati Klaten bersama pejabat dari Batan. Waktoe/istimewa

Bupati Klaten bersama pejabat dari Batan. Waktoe/istimewa

SURAKARTA - Varietas padi Rojolele baru akan segera dilepas kepada para petani. Hal ini agar para petani untuk bisa menanam varietas baru Rojolele segera kesampaian. Pasalnya varietas baru Rojolele hasil riset kerjasama Pemkab Klaten dengan Badan Tenaga Nuklir (Batan) telah direstui dilepas setelah melewati sidang pelepasan varietas tanaman pangan oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI di Jakarta (Kamis,27/6). Klaten, 28 Juni. Bupati Klaten Sri Mulyani saat sidang pelepasan varietas baru Rojolele didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Staf ahli Bupati dan Perwakilan Batan menyampaikan varietas baru rojolele ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Klaten karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi sekaligus mengembalikan pamornya seperti dulu sebagai ikon beras Klaten. “Padi Rojolele merupakan padi yang menjadi ikon dan melegenda di Kabupaten Klaten yang memiliki ciri khas pulen dan wangi. Adanya varietas baru ini diharapkan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali bergairah menanam padi karena masa tanamnya lebih pendek setara dengan jenis padi di pasaran umum seperti IR 64, C4. Varietas rojolele baru juga tidak mudah roboh karena padinya lebih rendah serta lebih tahan terhadap serangan hama penyakit” jelasnya. Bupati Sri Mulyani menambahkan setelah varietas rojolele baru ini resmi dilepas, Pemkab Klaten berencana melaksanakan launching resmi, perbanyakan benih, penanaman serentak dan pembentukan kelembagaan manajemen produksi, pengelolaan dan pemasaran dari hulu hingga hilir. “ Bagi tamu yang datang di Kabupaten Klaten, akan menjadikan beras Rojolele oleh-oleh. Para PNS Klaten juga harus mengonsumsi beras Rojolele” tegas Bupati Sri Mulyani. Sedangkan Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan, Totti Tjiptosumirat dalam pemaparan di sidang menyampaikan ada tiga calon varietas hasil risert yang dilakukan di Klaten sejak 2013. “Dari hasil penelitian Batan di Klaten, benih Rojolele yang diusulkan dilepas di pasaran adalah tiga calon varietas yakni A.10 (Srinuk), A 82.1 (Srinar) dan A 106.1(Sriten). Tapi hasil sidang pelepasan varietas tanaman pangan oleh Kementerian Pertanian hanya merekomendasi dua dari tiga yang diusulkan yaitu calon varietas A.10 (Srinuk) dan A.82.1 (Srinar)” jelasnya. Varietas benih Rojolele hasil riset pemuliaan itu memiliki beberapa keunggulan kata Totti Tjiptosumirat. Keunggulan itu adalah masa tanam dan tinggi batang yang lebih pendek dari Rojolele biasanya. Petani cukup membutuhkan 105 untuk bisa dipanen yang seharusnya harus menunggu 160 hari. Sedang batang padinya juga lebih pendek yakni 110 cm dari semula 155 cm sehingga lebih tahan roboh. Bagusnya lagi varietas baru Rojolele ini juga tahan hama.