Walikota : Pemkot Jogja Targetkan Bangun 170 Perpustakaan Kampung


Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kanan) saat di acara Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Kompleks Balaikota, Selasa (18/6). Foto : Diskominfosan Kota Yogyakarta

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kanan) saat di acara Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Kompleks Balaikota, Selasa (18/6). Foto : Diskominfosan Kota Yogyakarta

Waktoe.com - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengemukakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah menargetkan membangun 170 perpustakaan kampung hingga tahun 2022.

“Kami akan memberikan jangkauan perpustakaan hingga sampai kampung, tidak hanya berhenti di kelurahan atau kecamatan, dengan begitu hingga 2022 nanti kita targetkan bisa membangun 170 Perpustkaan kampung di seluruh wilayah Kota Yogyakarta,” ucap Haryadi saat membuka Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Ruang Yudistira Kompleks Balaikota, Selasa (18/6/2019).

Haryadi mengungkapkan, keberadaan perpustkaan kampung ini mempertegas Taman Bacaan Masyarakat yang sebelumnya sudah berdiri lebih dahulu. Hal itu untuk memperkuat dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Taman Bacaan Masyarakat biasanya berangkat dari satuan masyarakat, dalam rangka mengapresiasi taman bacaan itu maka kami akan memberikan support, kita kerjasamakan dengan Arpusda Kota, Arpusda DIY dan Perpusnas,” jelas Haryadi.

Namun Haryadi mengaku Arpusda tidak memiliki jangkauan hingga ke wilayah, untuk itu pihaknya bertekad akan mensinergikan antara Arpusda dengan Dinas Pendidikan sehingga keberadaan perpustakaan bisa dirasakan hingga ke kampung-kampung.

“Dinas Pendidikan dan Arpusda akan menindak lanjuti kerjasama ini untuk saling menguatkan di wilayah  mengenai keberadaan Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan Kampung,” imbuhnya.

Terkait dengan sejumlah Taman Bacaan Masyarakat yang hingga saat ini statusnya pasif, Haryadi tetap mengapresiasi inisiasi masyarakat yang sudah luarbiasa tersebut. Pihaknya menilai hal itu dipicu kurangnya jejaring, kurangnya buku sehingga menjadi kurang maksimal.

“Perlunya adalah adanya network maka pengelolaan berbasis IT di TBM sudah waktunya diterapkan, Arpusda akan membuat sistem kecil kecil untuk bisa diterapkan di bawah. Maka kalau ada yang tidak aktif menjadi tanggung jawab kami melalui Arpusda,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama juga, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tri Sumekar mengapresiasi sejumlah terobosan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Arpusda.

“Yogyakarta sebagai kota pendidikan tentu menjadi salah satu kota dengan sejumlah inovasi yang sangat bagus, sehingga kami rasa Yogyakarta pantas menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan minat baca masyarakatnya,” ungka Tri Sumekar.

Ia berharap dengan sejumlah terosan dan inovasi yang telah dilakukan Pemkot Yogyakarta bisa menumbuhkan semangat baca masyarakat yang lebih tinggi sehingga bisa mendukung implementasi program revolusi mental menuju Indonesia cerdas 2024.