Widjanarko Center dan PT Sido Muncul Menggelar Operasi Mata Katarak Gratis


Pimpinan Widjanarko Center Marsda TNI (Purn) Beedictus Widjanarko saat memberikan sambutan di acara Operasi Mata Katarak Gratis di RS Puri Husada Sleman, Minggu (7/4). Foto : Ist.

Pimpinan Widjanarko Center Marsda TNI (Purn) Beedictus Widjanarko saat memberikan sambutan di acara Operasi Mata Katarak Gratis di RS Puri Husada Sleman, Minggu (7/4). Foto : Ist.

Waktoe.com - Widjanarko Center bersama PT Sido Muncul dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang Yogyakarta menyelenggarakan operasi mata katarak gratis, Minggu (7/4/2019) bertempat di RS Puri Husada, Sleman.

Pimpinan Widjanarko Center, Marsda TNI (Purn) Dr Benedictus Widjanarko, M.Si mengungkapkan, operasi mata katarak gratis ini dilakukan karena kepeduliannya bersama PT Sido Muncul akan penyakit mata katarak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Ya minimal kami bisa mengurangi jumlah pasien penyakit mata katarak di DIY," katanya disela acara operasi mata katarak.

Widjanarko sendiri mengaku pihaknya telah beberapa kali juga melakukan kegiatan bakti sosial, terkait dengan kemanusiaan. "Sesuai dengan visi dan misi kami yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan, Widjanarko Center juga telah mengunjungi seorang nenek renta di Bantul, dan terakhir membantu korban banjir dan tanah longsor di Imogiri beberapa waktu lalu," tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menyampaikan jika sudah sejak tahun 2011 pihaknya melakukan kegiatan Operasi Katarak Gratis di 27 provinsi, 211 kota/kabupaten, 238 rumah sakit/klinik mata di seluruh Indonesia. Hingga tahun 2019 sudah ada 52.000 mata yang dioperasi.

Dan untuk di RS Puri Husada ini, PT Sido Muncul melakukan operasi kepada 51dari 100 penderita katarak yang telah lolos dalam tahapan screening. "Orang yang buta akibat katarak semakin tahun semakin banyak. Hal tersebut jelas mengganggu aktivitas mereka. Untuk itu, kami memang ingin mencari pasien sebanyak-banyaknya untuk segera ditangani," ungkapnya.

Dalam melakukan operasi katarak gratis, lanjut Irwan yang menjadi kendala bagi pihaknya adalah mencari pasien yang mau dioperasi, kedua yakni terkendala rumah sakit yang mau bekerjasama untuk melakukan operasi katarak gratis, padahal pihaknya ingin melakukan operasi sebanyak mungkin.

Ketua Perdami Cabang Yogyakarta, Prof Dr Suhardjo, SU, Sp.M.(K)  menyampaikan jika pasien mata katarak memang semakin tinggi karena usia harapan hidup semakin panjang.

Katarak ini akan sangat menganggu aktifitas, dan seseorang yang menderita katarak tidak bisa beraktifitas secara maksimal. Cara satu-satunya untuk sembuh dari katarak ini adalah dengan operasi.

"Saat ini pasien katarak tidak perlu takut untuk melakukan operasi, karena saat ini teknologi yang ada sudah semakin canggih, dimana hanya butuh waktu delapan menit untuk melakukan operasi. Orang tidak bisa menghindari katarak, sedangkan katarak akan menggangu aktifitas, dan tidak bisa melakukan aktivitas maksimal," terangnya.