_


lesung jumengglung,

sru imbal-imbalan,

lesung jumengglung,

maneter mangungkung,

ngumandhang ngebeki,

sajroning pradesan,

thok thok thek thok thok gung thok,

thok thek thok thek thok gung thok,

thok thek thok thok gung thok,

thok thek thok thok gung thok,

Mengingatkan sosok seniman tradisional dan dalang wayang kulit, yakni Ki Nartosabdo yang amat terkenal pada tahun 60 hingga 80an. Karya Ki Nartosabdo karena hampir seluruh lagu atau tembang ciptaannya senantiasa menggambar suasana kehidupan masyarakat Jawa pedesaan.
Tembang-tembang yang cukup monumental di antaranya Lesung Jumengglung, Kembang Glepang, Jago Kluruk, Caping, dan Aja Dipleroki. Tentunya masih ada tembang-tembang yang menarik lainnya.
Arti syair lesung jumengglung itu menggambarkan suasana pedesaan saat para tani sedang di sawah di mana para ibu tetap berada di rumah untuk menumbuk padi bersama-sama sehingga suara lesung terpukul mengeluarkan irama yang khas. Keadaan seperti ini tentu saja dapat ditemukan sekalipun di pedesaan terpencil.
Dan, suasana ini sekarang sudah tidak bisa dilihat dalam kehidupan keseharian bahkan bisa dikatakan punah karena modernisasi jaman, untuk melihat kini hanya ada di Kampung Naga dan Suku Badui.

Setiap penyair, pencipta lagu, pengarang, dan seniman senantiasa dipengaruhi keadaan jaman saat mereka masih hidup. Maka pada masa kini amat sulit ditemukan seniman yang dapat menggambarkan suasana pedesaan seperti yang digambarkan oleh Beliau.

Lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah (sekam, Jawa merang) dari beras secara mekanik. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.
Lesung sendiri sebenarnya hanya wadah cekung, biasanya dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya. Gabah yang akan diolah ditaruh di dalam lubang tersebut. Padi atau gabah lalu ditumbuk dengan alu, tongkat tebal dari kayu, berulang-ulang sampai beras terpisah dari sekam. Lesung di Jawa biasa dibuat dari kayu embacang yang tua

Macang, bacang atau embacang ("Mangifera foetida",ialah sejenis pokok buah sama keluarga dengan mangga (Kueni) Yaitu Anacardiaceae dari genus Mangifera yang terdapat banyak di Asia Tenggara. Buah Bacang merupakan buah yang eksotik ditanam di kawasan kampung secara dusun bercampur dengan pokok buah-buahan lain seperti durian, langsat, duku, kelapa, mangga, rambai dan sebagainya.