_


Kondisi desa yang tentram, berkecukupan, saat panen raya mampu berhasil baik kwantitas maupun kualitas  dengan pahargyan syukur. Namun kondisi itu roh-roh serakah, angkara murka bergentayangan mengincar dan merebut segalanya  yang selama ini dimiliki.

Kedaulatan pangan sebagai tema besar dalam pagelaran gladi 2 tahun 2017 Gora Swara Nusantara kab. Klaten di desa delanggu, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Cerita Mbok Sri Mulih, yang diambil pun benar-benar menggambarkan apa yang dimiliki selama ini dengan beras Delanggu yang tersohor di nusantara, benar benar telah dipakai label beras-beras produksi diluar Klaten tepatnya Delanggu.

Digambarkan dalam pagelaran seni yang diawali dengan iring-iringan hasil bumi menuju panggung, mulai dari gunungan padi , dan hasil bumi lainnya disambut pekikan “ Gora Swara Nuswantara” dilanjutkan berbagai  jenis bunyi-bunyian dengan nuansa bahagia.

Suara Janturan yang diikuti bunyi truntung anak-anak yang menyanyikan cublak cublak suweng dan gundul gundul pacul yang diikuti tarian tani  anak  yang mengilustrasikan kondisi kebahagiaan masyarakat petani. Tak hanya itu, suasana kegembiraan juga di lantunkan vokalis anak kelas dua (2) Sekolah Dasar  Pangudi Luhur Sugiyo Pranoto Klaten yang berkolaborasi dengan Paduan Suara Gora Swara GKJ Ketandan.

Masih dalam suasana gembira, ada bunyian Gejug lesung dari Cawas dan Trucuk bersama jimbe dari Lazuardy Scool  mengiringi tarian memedi sawah, masih menggambarkan kondisi suka ria masyarakat petani dengan hasil bumi yang melimpah ruah.
   
Namun tiba -tiba suasana menjadi liar,  memuncak  dan kondisi Mbok Sri yang diculik, oleh roh roh jahat kapitalisme. dan roh roh jahat tersebut merasuki seluruh warga masyarakat.

Dari suasana porak-poranda dengan tiba-tiba menjadi tintrim dan sedih, Mbok Sri dan Sadana termenung, tidak bisa berbuat apa apa, kondisi terpasung tidak ada satupun yang bisa menolong. Mbok Sri dan Biyung Bibi,  dibawa entah kemana, sadana digelandang, dirangket dan dipasung di goa kegelapan.

Dengan waspada akhirnya Sadono mampu keluar dari kegelapan kembali ke desa, dengan kesungguhan, kegigihan Sadana meruwat semua warga desa yang kesurupan. Suasana menjadi senang dan semua warga masyarakat sadar akan jati diri, kamardikan dan mandireng pribadi.     Suasana menjadi greget kemanunggalan sepakat mencari Mbok Sri ke desa Lumbung Pangan.

Setelah masyarakat manunggal bersorak sorai kebahagiaan untuk mengawali mencapai kesejahteraan menari bersama-sama, bernyanyi dan membunyikan sama-sama dalam irama gumyak bahagia.

Cerita mbok Sri Mulih, yang dijadikan lakon dalam pagelaran Gladi 2 tahun 2017 Gora Swara Nusantara, menggambarkan kondisi kekinian, seperti yang disampaikan Wening Swasana, koordinator umum GSN, "Delanggu ini terkenal dengan berasnya, Klaten sebuah kabupaten menjadi penyangga pangan Jawa Tengah, namun semua kemudian mengambil merk beras Delanggu padahal beras tersebut tidak berasal dari Delanggu", jelasnya.

Klaten setiap tahunnya selalu surplus beras, dengan kualitas beras premium, namun Kabupaten ini juga menerima beras Raskin/ Rastra yang begitu besar. Jumlah penerima program beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Bersinar pada 2017 meningkat. Jumlah tambahan penerima rastra sebanyak 713 keluarga dibanding penerima pada 2016. Penerima rastra atau yang sebelumnya disebut beras untuk masyarakat miskin (raskin) sebanyak 108.527 keluarga. Sementara, penerima rastra pada 2017 sebanyak 109.240 keluarga.

Padahal disisi lain penghasilan beras Klaten dengan luas wilayah 65.556 ha, terdiri dari 26 kecamatan  dan 401 desa, memiliki luas sawah 33.374 ha dan  190 ha lahan kering penghasil komoditas padi dan memberikan kontribusi terhadap total produksi padi provinsi Jawa Tengah sebesar 2,2 % atau 206.204 ton.