“Griya Samadi” Romo Utomo Ditentang

Salah satu bangunan mirip candi di pintu belakang kediaman romo utomo yang tidak boleh dilanjutkan, untuk menunggu proses IMB selesai. (Waktoe/ Ihsan).

Salah satu bangunan mirip candi di pintu belakang kediaman romo utomo yang tidak boleh dilanjutkan, untuk menunggu proses IMB selesai. (Waktoe/ Ihsan Abdulah).

KLATEN- Griya Samadi milik Romo Utomo yang berada di Desa Rejoso, Jogonalan Klaten keberadaannya di persoalkan gara gara mengurus IMB di KPT Klaten. Rumah milik Romo Utomo  sebetulnya sudah berdiri cukup lama diatas lahan 3800 M2 di tengah kampung desa Rejoso, Jogonalan ini selama puluhan tahun di pakai untuk berbagai kegiatan.

Rumah dengan halaman luas dan bangunan samping yang terdiri beberapa kamar dan di belakang berdiri joglo sering dipakai kegiatan sosial, seminar, ngudaroso dan banyak kegiatan lainnya yang tidak pernah mengkotak kotakan keyakinan ataupun agama. Nampak agak disibukan  dan terlihat aparat keamanan dari TNI dan Kepolisian berjaga jaga, meski santai namun suasananya berbeda dengan hari hari sebelumnya.

Pembangunan di samping Joglo dan bangunan semacam candi di pintu belakang di hentikan sementara, para pekerjapun dialihkan untuk membangun jalan di sebelah rumah dan tanggul lapangan yang tepat di belakang kediaman romo Utomo.

Merunut jejak hidup Romo Utomo, membawa semangat tersendiri bagi hidup  semakin mencintai Tuhan, sesama, dan alam semesta; semakin menjadi Indonesia sejati, dan semakin menjadi Jawa sejati. figur penggerak SPTN-HPS  (serikat Paguyuban Petani dan Nelayan – Hari Pangan Sedunia) yang berdiri ditahun 1980 an  dan merupakan pegiat organik, kemabali ke kearifan lokjal dan penentang revolusi hijau dikala orde baru sering berbenturan namun pada tahun 1999 di era reformasi hubungan dengan pemerintah sudah mencair

Seperti layaknya rumah di perkampungan saat mendirikan jarang yang mencari IMB, termasuk dikala itu rumah romo utomo pun juga belum memeiliki IMB, dalam rangka ulang  tahun emas  (50th) pelayanan menjadi romo, pendiri STPN-HPS ini berniat menyelenggarakan ulangtahun di kampung kelahiran. berbenah rumah menjadi hal yang lumrah di saat akan menyambut tamu tramu termasuk membangun beberapa kamar tidur untuk tamu tamu dari jauh yang akan menginap.

Maka sekalian pemberitahuan ke warga masyarakat sekitar yang selama ini sudah cukup dekat dengan tokoh organik sekaligus mengurus IMB atas rumah kediaman tersebut.oleh Romo Utomo rumah ini di beri nama” Griya Samadi” begitu jelas salah satu  pengurus rumah ini.

Namun dalam perjalanan untuk mendapatkan IMB  ada yang menghembuskan bahwa rumah tersebut akan di pakai untuk tempat ibadah/ gereja, hal inilah yang akhirnya memantik beberapa ormas islam ( FPI, FKAM, MMI, JAT). Saat audiensi dengan pemkab pun  sudah dijelaskan bahwa IMB ini adalah untuk rumah kediaman dan dijadikan sebagai tempat berbagai pelatihan , seminar dll.

Penanggung jawab Pembangunan  saat di konfirmasi menjelaskan bahwa baru saja Fauzan (25/06)  yang mewakili ke empat ormas saat menanyakan pembangunan tambahan kamar di samping joglo kami tegaskan bahwa ini bukan untuk gereja. dan Griya Samadi oleh KPT Pemkab Klaten  menjadi persoalan. Keberadaab Bangunan sudah lama dan selama ini tidak pernah bersoal, romo sangat dekat dengan warga, dan warga pun melihat berbagai bantuan yang di berikan ke warga pun tidak pernah membedakan. imbuhnya.

Beberapa warga yang ditemui oleh wartawan waktoe menyatakan bahwa mereka tidak masalah atas pembangunan kediaman romo utomo, dan tidak benar apa yang diberitakan salah satu media  (KR) beberapa waktu yang lalu. (Waktoe/ Ihsan Abdulah).

Warta Waktoe Yang Lainclose