_

Mantan DPR : Dia Mempertahankan Jabatan

HNCK8306-730x487
Screenshot : Video Dishub Pemerintah Kota Jambi beredar tersebut

JAMBI  - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia daerah pilih Provinsi Jambi, Usman Ermulan menegaskan, seluruh para Aparatur Sipil Negara di daerah sedang melaksanakan pemilihan kepala daerah tetap menaati aturan PP 42 tahun 2004, PP 52 tahun 2010, Surat Edaran Menpan RB, Surat Edaran Mendagri. 

Berbagai aturan tersebut, dengan jelas-jelas melarang adanya ASN ikut terlibat dalam aksi dukung-mendukung bakal calon kepala daerah. Sanksinya tegas, berupa hukuman disiplin. Dari hukuman disiplin memiliki tiga tingkatan, yakni ringan, sedang dan berat. Bila terbukti melakukan pelanggaran yang sudah ditentukan, sanksi terberatnya berupa pemecatan secara tidak hormat.

Penegasan Usman tersebut menyusul  beredarnya video Dinas Perhubungan Kota Jambi yang dilaporkan oleh Naguib Alkaf. Naguib Alkaf adalah pelapor dalam dugaan keterlibatan ASN ke kantor Pengawas Pemilu Kota Jambi atas dugaan pelanggaran ASN Dishub Kota Jambi dalam kepentingan salah satu pasangan calon Walikota Jambi nomor urut dua. Laporan tersebut telah diterima Panwaslu dengan nomor laporan 07/LP/PW/Kota/05.01/VI/2018.

Usman mengatakan, dugaan berpolitik praktis ASN Dinas Perhubungan Kota Jambi tersebut juga dapat dilaporkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, lalu ke Kementerian Dalam Negeri serta ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan juga Badan Kepegawaian Daerah. Laporan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak terkait di Jakarta, meskipun masih menunggu putusan Panwaslu.

Dalam hal ini, Usman mengharapkan Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi segera menindaklanjuti laporan tersebut, demi menjaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan pemilihan serta tidak menganggu pelaksanaan pemilihan di daerah lainnya. 

"Kita kasian dengan ASN yang sudah menjaga netralitas. Jangan karena ini ASN lain turut menjadi korban," kata Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode tersebut, Sabtu (23/06).

Menurut Usman, perbuatan dilakukan oleh ASN Dishub tersebut disinyalir mengarah ke salah satu pasangan calon Walikota Jambi demi kepentingan itu diyakini adalah sebuah tekanan. 

"Apalagi yang Dia cari kalau bukan mempertahankan jabatan di Dinas Perhubungan" kata Usman.

Ia berharap seluruh masyarakat dan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Kota Jambi maupun kabupaten lainnya yang sedang melaksanakan pemilihan tetap menjaga netralitas.

"Hindari politik uang karena itu bisa dihukum, baik si penerima dan si pemberi," kata Usman.

Selain itu, Usman mengharapkan peran penting seluruh masyarakat turut mensukseskan pemilihan Kepala Daerah serta menciptakan pemilihan bersih tanpa politik uang.

"Seperti pos Siskamling segera kembali diaktifkan. Jangan sampai pemilihan di kacau oleh orang tak bertanggung jawab," Himbau Usman.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Jambi H. M. Hatta Arifin menyebutkan, tata cara aturan ASN dalam mematuhi aturan pelaksana pemilihan kepala daerah sudah ditegaskan untuk bersikap netral. 

ASN yang tidak mengindahkan amanat Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mana PNS tidak boleh terlibat dalam politik praktis atau memihak kepada salah satu pasangan dalam Pilkada.

"Rakyat menuntut semua pejabat jujur dalam Pilkada. Kalau pejabat jujur masyarakat akan mematuhi. Jangan dikaburkan dan jangan di diamkan laporan tersebut," katanya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi, Ari Juniarman belum lama ini membenarkan telah menerima laporan tersebut.

"Sudah ada laporan dan di proses," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi, Ari Juniarman.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho membantah hal tersebut. Dia tak pernah menyebut kepada para anak buahnya untuk mencoblos pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi nomor urut dua, Syarif Fasha -Maulana. 

"Tidak ada saya menyebutkan untuk mencoblos nomor 2. Yang saya minta sukseskan tanggal 27, jangan sampai tidak memberikan hak suara. Untuk sembako itu wacana, tetapi tidak jadi diberikan karena saya khawatir. Lalu saya membeli sembako dengan dinas Peridag Kota Jambi untuk diberikan kepada TKK (Tenaga Kerja Kontrak, red)" kata Saleh Ridho.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam video berdurasi 02 menit 06 detik tersebut viral di tengah masyarakat dan media sosial itu terlihat puluhan petugas sedang melakukan apel di salah satu lapangan terbuka di sebuah tempat bongkar muat barang di kota Jambi. Tiap petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi akan diberikan Sembako, asalkan turut mensukseskan pemilihan Walikota Jambi pada Rabu 27 Juni 2018.

Pimpinan apel itu diduga Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho. Video tersebut diambil saat bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri. Suara didalam video itu, terdengar percakapan antara pimpinan kepada seluruh para petugas. Ada 180 petugas dishub yang belum mendapatkan sembako dan akan diberikan kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi menjelang hari raya idul Fitri. Bantuan sembako tersebut langsung dari Walikota Jambi non aktif.

"Bapak Walikota kito bapak Fasha lagi cuti melalui programnya Insya Allah besok akan diberikan sembako, diberikan kepada kawan-kawan yang kemarin belum dapat. Sekitar 180 orang," sebut suara didalam video tersebut.

Bantuan sembako itu, disebutkannya, merupakan perhatian dari Walikota non aktif kepada petugas Dinas Perhubungan.

"Ini dari pak Walikota, perhatian dari bapak Syarif Fasha yaitu Sembako. Sayo minta kepada rekan-rekan sekalian. Saat lebaran ngumpul dengan keluarga besar, Sayo minta tolong, bantu sayo bersamo mensukseskan tanggal 27. Kamu pahamlah kan," katanya lagi 

"Kalau bendo tu dak sukses ntah ketemu Sayo ndak lagi, lain bosnyo lain pula kebijakannyo. Kalau kamu nak samo-samo bantu Sayo, kito samo-samo sukseskan, ajak keluargonyo," tambahnya.

Diakhir video tersebut dikatakan pula 

"Sayo jujur dipertengahan bulan ramadhan ini memikirkan kamu ini lah, macam mano cari akal Sayo tu. Alhamdulillah komunikasi dengan bapak sekda dengan bapak pimpinan, biso kito berbuat. Kalau dibandingkan dengan TKK yang lain, kalau kamu punyo kawan biso tanyolah. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan sekalian, sampaikan salam buat keluargo. Yang penting tadi tanggal 27, Sayo minta tolong. Kalau nak sampaikan, sampaikan lah.  Sayo komit bantu pimpinan," tutupnya.

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views