Pohon Randu Alas Keramat Hantam 2 Rumah, 3 Korban Dilarikan Ke RS

Pohon Randu Alas berdiameter 200 Cm pajang gembung 400cm berusia 300 th roboh dan menimpa 2 rumah dan terdapat 3 korban di daerah Patran, Kalitengah Wedi pada hari minggu (6/1) jam 15.15 WIB.(Waktoe/Ihsan).

KLATEN- Hujan deras di sertai angin (6/1) di wilayah Klaten menumbangkan pohon di beberapa titik. Salah satunya adalah di Patran, Kalitengah, wedi. Pohon Randu Alas yang berusia sekitar 300 tahun ini roboh menimpa 2 rumah milik Sucipto dan Sutarno.

Pohon  dengan diameter 200cm dan panjang tubuh 40 Meter dengan dahan dan ranting yang masih lebat tidak kuasa  menahan terpaan angin di sertai hujan lebat yang dimulai sejak jam 14.00 WIB yang merata di seluruh wilayah Kalten dan sekitarnya.

Kurang lebih jam 15.15 WIB pohon ini roboh ke arah pemukiman warga yang berada di sebelah selatan dan persis menimpa rumah milik Sutarno(58th) yang bersama istri dan cucunya berada di rumahnya.

Rumah Cipto juga tertimpa sebagian di bagian depan samping dan penghuninya bernama Maryati berhasil menyelamatkan diri karena kebetulan berada di depan rumah.

Melihat di tempat kejadian pohon yang tumbang tersebut akarnya sudah banyak yang keropos dan membusuk apalagi akar Tunjangnya sudah mkembusuk.

Aparat TNI dan kepolisian (7/1) dibantu SAR dan warga sekitar bahu membahu untuk memotong Dahan dan Ranting yang menimpa kedua rumah. Kejadian ini juga menarik perhatian warga sekitar untuk menyaksikannya terlebih pohon ini keseharian banyak di keramatkan oleh warga sekitar.

Yoso Martoyo tetangga di sebelahnya mengisahkan bahwa pohon ini selalu di beri sesaji dan di ikat dengan kain putih hitam, karena diyakini dikait kaitkan oleh warga jika tidak diberi sesaji  saat warga hajatan maka nasi yang ditanah tidak matang. Hal itu sudah banyak kejadian dan terus dikait kaitkan dengan pohon randu alas.

Sementara itu Petrus Humas RS Soeradji Tirtonegoro saat dihubungi terkait kondisi ketiga korban menyampaikan bahwa Mariyem  dirawat di Melati lantai 4 dan Sutarno beserta cucunya dirawat  diruang Menur. Ketiganya dalam kondisi stabil dan terdapat beberapa luka di dahinya dan lecet lecet.

Dokter yang menangani masih melakukan evaluasi  karena baru hari ini dokter melakukan visitor. Dan dari hasil evaluasi ketiganya hanya luka didahi/ kepala dan kondisi stabil tidak ada luka patah atau yang lain. Sedangkan untuk biaya masih mandiri dari korban. imbuhnya.

Saat Dikonfirmasi via Telpon gengam Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Dr Rony menyampaikan sedang mengupayakan untuk di biayai lewat program Jamkesda.

Didaerah Sukorini Manisrenggo pun  terjadi hal serupa meski tidak ada korban jiwa  namun terdapat beberapa rumah rusak berat. dan salah satunya adalah Gereja Kristen Jawa pepanthan Karangnongko tertimpa pohon Jengkol yang terbelah sebagian mengenai atap gereja.

 

Warta Waktoe Yang Lainclose