_

10 Hari Jelang Asean Games, Jurnalis Jambi Kutuk Oknum Panitia

HNCK8306-730x487

JAMBI - Puluhan Jurnalis Jambi menggelar aksi mengutuk serta mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pengamanan Asean Games 2018. Aksi solidaritas dilakukan di tugu pers kawasan Murni, Kota Jambi, Rabu (08/08/2018).

Aksi tersebut menyusul pemukulan dan tindakan penghalang jurnalis saat meliput arak-arakan api obor Asian Games, Jumat (3/8/2018) siang, ke seorang jurnalis perempuan Kompas Tv Jambi, Suci Anissa (28).

Dalam aksinya, Kordinator Aksi tergabung dalam Aliansi Peduli Jurnalis Jambi, Ramadhani, pemukulan yang dilakukan oknum pasukan pengamanan tersebut telah mencederai Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 4l UU 40/1999 disebutkan bahwa negara menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional mempunyai hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dia menyebut tindakan oknum itu sudah masuk kategori pidana, karena dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat kebebasan pers.

Sesuai UU Pers, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kegiatan jurnalistik dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000.

"Kesuksesan kegiatan tersebut tidak akan diketahui seluruh dunia tanpa adanya Jurnalis dilapangan," tegas Ramadhani.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Jambi, Sri Rahayu Ningsih menyebutkan, perlakuan tersebut keterlaluan dan melanggar hukum UU Hukum. Suci yang mengambil gambar menggunakan kameranya, malah dipukul sangat keras di bagian perut suci membuat suci sangat kesakitan. 

"Suci baru saja mengalami proses kuret (keguguran) dan masih dalam masa pemulihan kondisi kesehatan," ujarnya.

Suci didampingi oleh tim kompas tv dan beberapa organisasi wartawan lainnya telah melaporkan tindakan tersebut ke Mapolda jambi. 

"Kami akan mengawal sepenuhnya proses hukum tersebut dari awal hingga tuntas, sesuai dengan hukum yang berlaku berdasarkan amanah undang-undang pers nomor 40 tahun 1999," ujar Nining.

Untuk diketahui, pemukulan itu dilakukan di simpang empat lampu merah di kawasan museum Siginjai, Telanaipura Kota Jambi. Pelaku pemukulan menyuruh suci minggir dan langsung memukuli suci. 

Meskipun sebelumnya, Suci telah menjelaskan bahwa dirinya seorang jurnalis tengah meliput kegiatan, dengan menunjukan seragam serta atribut lengkap digunakannya. Oknum tersebut tak peduli sembari berkata dengan nada tinggi.  Selain Suci, fotografer tribun Jambi Aldiano, dan beberapa jurnalis lainnya juga mengalami hal yang sama.

Karena ini adalah event yang diikuti oleh berbagai negara, Jurnalis Jambi mendesak Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Kapolri mengusut tuntas kasus ini. Ketua Panitia Asian Games dan Menpora RI harus bertanggung jawab.

Aksi Jurnalis dari berbagai media serta organisasi wartawan mulai dari AJI,  PWI, IJTI, IWO, AJO Indonesia dan FJPI. Berikut pernyataan sikapnya.

- Mengutuk dan Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pengamanan tersebut

- Mendukung dan mengawal sepenuhnya proses hukum atas kasus tersebut dari awal hingga tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku, berdasarkan amanah UU Pers Nomor 40 Tahun 1999

- Menolak proses penghentian kasus ini dilakukan di luar persidangan

- Menolak pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memproses dan mengusut tuntas kasus tersebut

- Mendorong Dewan Pers dan seluruh Organisasi Pers yang ada di Indonesia untuk ikut serta dalam penanganan kasus ini secara profesional dan mengedepankan kebebasan pers, sesuai dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999

Penulis Redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views