_

25 Kantong Raskin Raib, Polisi Sisir Pasar Tradisional

Pasar Tradisional menjadi target penyisiran aparat kepolisian, setelah hilangnya 25 sak raskin di Balaidesa Sumberejo, Klaten Selatan.

HNCK8306-730x487
Aparat kepolisian Polres Klaten diterjunkan di pasar-pasar tradisional untuk melakukan penyelidikan hilangnya 25 sak beras raskin di balai desa Sumberejo, Klaten Selatan

Sebanyak  25 Sak hilang dari tempat penyimpanan di Balai desa Sumberejo, satu sak beras raskin berbobot 25 Kg, total kehilangan 525 Kilogram. Klaten, 29/8/2017

Beras miskin atau Rasta (beras Sejahtera) yang sedianya akan dibagikan kepada warga raib. Beras tersebut disimpan di kantor balaidesa Sumberejo, kecamatan Klaten Selatan, kabupaten Klaten Jawa Tengah. Di duga beras tersebut digondol maling, dan polisi langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan penyisisiran di pasar-pasar tradisional.

Maraknya jual beli raskin di pasar tradisional inilah yang menjadikan dasar kepolisian melakukan penyisiran dipasar tradisional.

Aparat polres klaten langsung melakukan penyisiran ke sejumlah pasar tradisional/ pasca laporan hilangnya 25 sak raskin, di kantor desa Sumberrejo,  kecamatan Klaten Selatan, Klaten,  Jawa Tengah.

Penyisiran dilakukan dalam rangka penyelidikan lanjut atas indikasi maraknya praktek jual beli raskin di pasaran. Pasalnya,  dugaan sementara, pelaku pencurian tidak mungkin mengkonsumsi sendiri 25 sak raskin yang digondolnya.

Penyisiran dilakukan setelah sebelumnya melakukan olah tempat kejadian perkara di kantor desa Sumber Rejo. 

Disampaikan Kapolres Klaten, AKBP Muhammad Darwis, prihatin karena beras ini sedianya akan di bagikan, jadi kita sampaikan agar kewaspadaan tetap dijaga.

“Tidak ada konspirasi hilangnya beras ini, karena ada kerusakan”, tegasnya.

Sementara, kepala desa Sumberejo, Tri Raharjo menjelaskan,   total masyarakat penerima raskin di desa Sumberejo berjumlah 122 kepala keluarga,  yang tersebar di 26 RW. Sebanyak 25 kantong raskin yang hilang mestinya akan didistribusikan ke 25 nama kepala keluarga di empat  (4) RW berbeda. Kemungkinan besar, pelaku pencurian berjumlah lebih dari satu orang.

Mereka masuk dengan cara mencongkel jendela kantor desa. Saat ini, pemerintah desa sumber rejo sedang berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Klaten dan kantor Bulog Klaten untuk meminta ganti raskin yang hilang, agar warga penerima raskin bisa mendapatkan hak mereka. 

Beras raskin sendiri banyak yang diperjualbelikan di pasar –pasar tradisional setelah hari pembagian raskin, diduga sudah ada pengepul beras tersebut dan akan akan kembali lagi ke pemasok bulog  dengan dilakukan pengolahan kemudian kembali lagi masuk bulog untuk dibagikan kepada warga.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views