_

Aksi Brutal Kelulusan Di Klaten, Jadi Kado Hardiknas

HNCK8306-730x487

waktoe.com - KLATEN, Kado pahit mewarnai peringatan hari pendidikan nasional,hal ini terjadi  di Klaten, Jawa Tengah, . Pasca pengumuman kelulusan siswa setingkat sekolah lanjutan tingkat atas( sma dan smk) para lulusan yang melakukan konvoi bermotor tiba-tiba mengamuk dan membabi buta. Bbelasan warga tak bersalah menjadi korban.

Roland, siswa kelas sepuluh atau satu sma negeri di Klaten,Jawa tengah, adalah satu dari belasan korban amukan para lulusan siswa setingkat SLATA, yang menggelar konvoi bermotor. Roland bersama dua temannya yang tak tahu apa-apa, tiba-tiba menjadi korban amukan para peserta konvoi bermotor lulusan SLTA. Roland sendiri terkena gigi gear motor yang disabetkan pelaku, dan menancap di pinggangnya sebelah kanan. Beruntung, Roland segera mendapat penanganan medis di rumah sakit Soerjadi Tirtonegoro Klaten.

Selain Roland, masih ada belasan korban lain, yang menjadi korban keganasan para peserta konvoi lulusan. Sebagian sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan. Para korban lain juga tersebar di sejumlah rumah sakit atau puskesmas di Klaten.

Untuk menghindari jatuhnya korban lain, Aparat Polres Klaten segera mengambil tindakan. Para peserta konvoi lulusan dibubarkan. Puluhan siswa lulusan slta kemudian ada yang ditangkap, didata, dan dilakukan pemeriksaan, karena terindikasi menjadi pelaku pemukulan, pengrusakan, dan penganiayaan terhadap warga.

Sementara,  hingga selasa sore, aparat Polres Klaten masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap puluhan siswa yangterindikasi sebagai peserta konvoi bermotor, dan melakukan dugaan pelanggaran hukum.

Hingga kini, belum jelas apa yang menjadi penyebab amukan dan anarki para peserta konvoi bermotor kelulusan ini. Polisi masih melakukan penyelidikan intensif. Sementara,  meski sudah dibubarkan,  beberapa rombongan peserta konvoi kelulusan masih saja tampak melakukan pawai bermotor di sejumlah titik jalan.

Kepolisian Resor Klaten masih mendalami dugaan adanya keterlibatan kelompok klitih dalam konvoi pelajar yang melakukan aksi brutal di sejumlah wilayah Kabupaten Klaten pada Selasa siang, 2 Mei 2017. Klitih adalah sebutan bagi tindak kriminalitas di kalangan remaja yang belakangan ini sedang marak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Masih kami dalami soal klitih itu. Memang infonya dari tetangga (Kabupaten Sleman, DIY) masuk ke Klaten,” kata Wakil Kepala Polres Klaten Komisaris Hari Sutanto saat ditemui di kantornya pada Selasa petang. Hari mengatakan Polres Klaten juga berkoordinasi dengan Polres Sleman untuk mencegah konvoi serupa terulang.

Konvoi puluhan pelajar SMA dan SMK dalam merayakan pengumuman kelulusan di wilayah Kabupaten Klaten pada Selasa siang, 2 Mei 2017, berlangsung brutal. Di sejumlah ruas jalan yang dilalui, gerombolan pelajar itu tidak segan melakukan perusakan tanpa sebab.

Selain merusak dua mobil dan satu sepeda motor yang dianggap menghalangi konvoi, para pelajar itu melempari rumah warga dan sebuah warung Internet di tepi jalan dengan batu. Tanpa alasan, gerombolan pelajar itu juga melukai sedikitnya sembilan remaja.

Tiga remaja di antaranya adalah siswa kelas dua SMA Negeri 1 Klaten. Mereka terkena sabetan senjata tajam saat sedang berdiri di depan sekolah. “Syaiful kepalanya dijahit. Juan kena sabetan di lengan. Sedangkan Candra kena sabetan di punggung. Candra masih diopname di rumah sakit,” kata Kepala SMA N 1 Klaten Sudiyono saat dihubungi pada Selasa malam.

Kepala Kepolisian Sektor Klaten Kota Ajun Komisaris Warsono mengatakan konvoi pelajar itu bermula dari salah satu SMK swasta di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. “Ada sekitar 50 sepeda motor, mereka menyusuri Jalan Jogja-Solo. Di SPBU Kebonarum, Klaten, mereka memulai aksi lempar batu,” kata Warsono.

 “Ada beberapa dari Sleman. Saat ini kami masih mencari aktornya,” kata Hari. Selain sepeda motor, polisi mengamankan sebuah kunci pembuka baut roda mobil yang dilempar dan memecahkan kaca mobil. “Belum ditemukan senjata tajam,” kata Hari. Hingga Selasa malam, puluhan anggota Sabhara dan Resmob Polres Klaten masih berpatroli di wilayah perbatasan wilayah Klaten-Sleman mengantisipasi penyusupan kelompok klitih.

 


editor : Ihsan Abdulah Nusantara

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor
views