_

Koperasi Kotamas Solusi Gerakan Ekonomi Berjamaah

HNCK8306-730x487

Waktoe.com – YOGYAKARTA, Diawali pada Koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY saat Temu Karya Takmir Masjid se-Indonesia pada Bulan Februari 2015 silam, menghasilkan salahsatunya pendirian Loperasi Kotamas sebagai wadah kegiatan dari jamaah, oleh jamaah, dan untuk jamaah.

 

Dikatakan oleh Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Ekonomi Berjamaah Kotamas Jumarudin, nama Kotamas sendiri awalnya adalah sebuah akronim dari Koperasi takmir Masjid, namun kemudian berubah menjadi nama sebuah Koperasi. “Yaitu Koperasi Konsumen Ekonomi Berjamaah Kotamas. Koperasi ini bergerak dibidang perdagangan dan jasa, secara khusus memfasilitasi pengadaan kebutuhan masjid dan jamaahnya diseluruh Propinsi DIY,” katanya saat ditemui diruang kerjanya.

Ditambahkan Jumarudin, koperasi yang beralamat di Gang Mpu Gandring RT 12 RW 03 No 782A, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta ini juga telah memiliki dua unit usaha, yaitu bidang retail, dan apotek. “Untuk retail menangani masalah sembako dan kebutuhan jamaah lainnya, sedangkan apoteknya kami memiliki Apotek 3P yang menyediakan segala kebutuhan obat-obatan yang diperlukan jamaah. Kedua unit usaha itu dimiliki oleh anggota koperasi dalam semangat ekonomi berjamaah,” jelasnya.

Dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa 87 persen populasi umat Islam di Indonesia hanya menjadi pasar dan penonton, padahal kebutuhan umat merupakan kebutuhan kolektif bagi jamaah kaum muslimin agar dapat melaksanakan ibadah dengan maksimal, oleh karena itu lanjut Jamarudin, saatnya jamaah menyatukan visi dan misi dalam bisnis berjamaah membangun kekuatan, kemandirian, dan kesejahteraan umat.

“Kotamas adalah mainstream gerakan ekonomi dengan maksud untuk membentuk masyarakat ekonomi Islam yang kuat, mandiri,dan sejahtera. Kita luruskan niat sebagaimana lurusnya shaf sholat berjamaah, kita rapatkan barisan sholat sebagaimana rapatnya shaf-shaf sholat berjamaah, kita kompak dalam bisnis sebagaimana kompaknya sholat berjamaah dibawah pimpinan Imam,” tambahnya.

Menurutnya, berjamaah itu memberi keberkahan dalam apapaun, termasuk dalam bisnis. “Jika bisnisnya berkah akan menjadi simpul datangnya ketentraman dan kebahagiaan, maka itulah sejahtera. Kemandirian kita wujudkan bersama dengan mengelola potensi modal dan pasar jamaah sendiri,” pungkasnya.

CH DEWI RATIH KPS | waktoe
ch.dewiratih@gmail.com

Penulis CH DEWI RATIH KPS | waktoe

Editor
views