_

MPI PWM DIY Gelar Tadarus Medsos

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - BANTUL, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPI PWM) DIY bersama PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta menggelar Tadarus Medsos dengan mengangkat tema Muhammadiyah dalam Gegar Politik dan Media, Minggu (18/06) bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD.

Ketua MPI PWM DIY Dr H Robby Habiba Abror, M.Hum mengungkapkan acara yang digelar bertepatan di Bulan Ramadhan 1438 H ini mengajak untuk mengkaji dalam kajian yang saat ini sedang menyita perhatian orang banyak yaitu tentang Media Sosial (Medsos). "Media sosial yang merupakan cabang Media secara umum saat ini saya menilai sudah melewati batas, sudah banyak menebar kebencian, yang berisi caci maki, bahkan sudah menjurus kepada pembunuhan karakter seseorang seperti pada kasus Pak Amin Rais kemarin," ujarnya.

Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga ini bahkan perihatin dengan hal tersebut yang sudah melupakan persaudaraan dikarenakan ucapan-ucapan di media sosial. "Saya perihatin dengan kondisi saat ini, kita sebagai bangsa Timur yang memahami sopan santun, tiba-tiba menjadi bangsa yang liar dengan berkomentar bebas di medsos kadang sudah lupa dengan agama, saudara sesama bangsa, sehingga yang keluar hanya olok-olokan dan kata cacian bahkan pembunuhan karakter tersebut," katanya.

Diera siber saat ini, yang semuanya serba terbuka bisa diakses dimanapun, menurut Robby dibutuhkan etika medsos yang bisa diterapkan kepada semua pengguna medsos. "Agar semua pengguna medsos memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi, dan mempedomani itu semua. Tentunya kita semua tidak ingin ditengahnya bergejolak negeri kita ini ditambahi dengan situasi yang memanas di media sosial," tambahnya.

Sementara Majelis Dikti & Litbang PP Muhammadiyah Dr H Chairil Anwar, M.Sc menjelaskan kedekatan Muhammadiyah dengan politik. "Muhammadiyah dan politik sebenarnya sudah terlibat langsung terbukti dengan keikutsertaan tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam penyusunan Piagam Jakarta," katanya.

Kemudian seiring perkembangan jaman Pimpinan Muhammadiyah kemudian mengambil jarak yang sama, antara Muhammadiyah dengan Partai Politik yang ada. "Karena Partai Politik itu bisa jatuh bangun tetapi Muhammadiyah itu harus tegak berdiri tidak terbatas. Kemudian Muhammadiyah dengan Media terlebih setelah Reformasi peranannya sangat penting karena media merupakan salahsatu pilar dari 4 pilar yang ada," jelasnya.

Chairil juga berpesan agar keberadaan media di Indonesia dapat menetralkan keadaan, janganlah media menjadi alat Partai Politik. "Dalam demokrasi yang kita ketahui terdapat 4 pilar, yang pertama Eksekutif, kedua Legislatif, ketiga Yudikatif, dan yang keempat adalah media, kalau media masuk kedalam politik, maka pilar keempat akan habis. Untuk itu dibutuhkan dan dipertahankan kenetralan media agar rakyat percaya dengan suara media, jangan sampai rakyat mencari sendiri keberadaan berita yang benar," pungkasnya.

Penulis CH DEWI RATIH KPS | ch.dewiratih@gmail.com

Editor CH DEWI RATIH KPS
views