_

Melalui Komsos, Camat Danurejan Berharap Forkopimka Lebih Bersinergi

HNCK8306-730x487

Koramil 04/Danurejan Kodim 0734/Yogyakarta mengadakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Komponen Masyarakat se-Kecamatan Danurejan, Yogyakarta, bertempat di Hotel Batik, Jumat (12/05) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimka Kecamatan setempat, Lurah, LPMK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Ketua RW se-Kecamatan Danurejan.

Dalam sambutannya Wadanramil 04/Danurejan Kapten Inf Asmudi atas nama Koramil mengucapkan selamat datang dan berterimakasih atas kehadiran para undangan. "Kegiatan Komsos merupakan suatu ajang pertemuan antara aparat pemerintah khususnya dalam hal ini Koramil 04/Danurejan untuk bisa mendengar dan berbincang langsung dengan masyarakat terutama terkait situasi terkini," ujarnya.

Camat Danurejan Budi Santosa menjelaskan geografi wilayah Kecamatan setempat yang terbagi atas 3 Kelurahan, 41 RW, dan 122 RT. "Wilayah kami yang bervariatif sebelah barat merupakan poros jasa, dilintasi oleh sungai code, sedangkan di wilayah Bausasran merupakan wilayah yang banyak terdapat komunitas-komunitas,"katanya.

Dia juga mengakui bahwa selama ini Forkopimka setempat selalu bersinergi dalam segala hal. "Kami selalu mengerjakan sesuatu bersama-sama, dan semoga kedepan lebih terjalin kerjasama yang intens diantara jajaran Forkopimka," harapnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kasdim 0734/Yogyakarta Mayor Inf M Munasik, bersama Danramil 03/Gondokusuman Mayor Inf RA Tjahjana DA, dan Pasi Intel Kodim 0734/Yogyakarta Kapten Inf Kusbandono. Dalam paparannya Danramil 03/Gondokusuman menyebutkan bahwa Proxy War atau perang dengan mengunakan pihak ketiga perlu diwaspadai. “Waspadai Proxy War, karena tidak bisa terlihat mana lawan mana kawan, dilakukan non state action tapi dikendalikan oleh state atau suatu negara, waspadai juga gerakan separatis, demonstrasi masa, peredaran narkoba, bentrok antar kelompok, terorisme karena itu semua bagian dari Proxy War,” katanya.

Untuk menangkal bahaya-bahaya tersebut, lanjut Tjahjana perlu identifikasi dan kenali masalah dilingkungan, serta masing-masing pribadi diperlukan memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. “Memiliki gerakan berbasis wirausaha, membentuk komunitas kebangsaan dan perteguh wawasan kebangsaan, kokohkan keBhinekaan, serta diperlukan pembangunan karakter agar setiap orang memiliki jatidiri,” jelasnya. Selanjutnya Pasi Intel Kodim 0734/Yogyakarta menjabarkan tentang bahaya laten komunis (Balatkom).

 

Penulis CH DEWI RATIH KPS | ch.dewiratih@gmail.com

Editor IBRAHIM UMAR
views