_

Nikah Bareng Ramadhan Berkah di Masjid UAD

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - BANTUL, Sebanyak 30 Pasangan Pengantin melaksanakan Nikah Bareng Ramadhan Berkah Pemersatu Bangsa yang diselenggarakan di Masjid Islamic Centre Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu (04/06). Yang membedakan pernikahan ini dengan nikah bareng yang terdahulu adalah seluruh Pasangan dan undangan diwajibkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan melafalkan Pancasila serta membacakan Ikrar Kesetiaan Pancasila.

"Nikah Bareng Ramadhan Berkah dengan tema merajut cinta untuk keberkahan Indonesia ini merupakan pernikahan bareng dalam bulan Ramadhan pertama di Indonesia. Rangkaian diawali dengan kirab kebangsaan membawa bendera Merah Putih dengan diiringi lagu Kebangsaan, kirab ini melibatkan Menwa UAD, pasukan TNI - Polri dan pasangan pengantin itu sendiri," ujar Ketua Forum Ta'aruf Indonesia (FORTAIS) RM Ryan Budi Nuryanto, SE selaku penyelenggara acara Nikah Bareng Ramadhan Berkah.

Bertajuk kebangsaan, tambah Ryan melihat fenomena yang terjadi saat ini dimana dirasa kurang rasa kebangsaan, ditandai dengan banyaknya gesekan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang pastinya berdampak pula pada stabilitas politik dan ekonomi Bangsa Indonesia.

Rektor UAD Dr Kasiyarno, M.Hum dalam sambutannya mengatakan mengingat banyaknya masyarakat yang belum mampu melaksanakan pernikahan sendiri karena keterbatasan ekonomi. "Untuk itu acara Nikah Bareng seperti ini sangat berarti bagi para pasangan pengantin yang dapat melangsungkan pernikahannya," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Setda DIY Dra Hj Puji Astuti, MSi mengapresiasi kegiatan nikah bareng ini. "Acara ini juga sekaligus wujud kepedulian dan peningkatan SDM," ungkapnya.

Dalam Nikah Bareng Ramadhan Berkah ini terdapat pasangan termuda dengan usia 22 tahun dan pasangan tertua berusia 59 tahun, serta terdapat pasangan yang terpaut selisih 28 tahun. Kegiatan ini dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan resepsi kerakyatan.

Penulis CH DEWI RATIH KPS | ch.dewiratih@gmail.com

Editor CH DEWI RATIH KPS
views