_

Akibat Cemburu, Habis Dapat "Jatah" Siram Muka Istri Dengan Air Panas 

HNCK8306-730x487
konfrensi pers polres Muaro Jambi tentang KDRT

JAMBI - Kekerasan fisik masih sering terjadi didalam rumah tangga, KDRT ini pun banyak pemicunya, mulai dari faktor ekonomi hingga percintaan, seperti yang dialamai  MN (32) warga Sekernan, kabupaten Muaro Jambi harus mendapatkan perlakuan  kekerasan fisik dari suami sirinya HS (29), warga Sekernan juga. Sengeti, 06/6/2018
Seperti yang disampaikan kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono saat ekspos kasus penghapusan kekerasan dalam rumah tangga  dan penganiayaan di Mapolres Muaro Jambi, Rabu, 06/6/2018, kekerasan fisik  dan penganiayaan berawal 11 mei 2018, tersangka (suami siri) pukul 23.30 datang kerumah korban, membahas soal hubungan suami istri dan melalukan hubungan  suami istri , selesai hubungan badan tersebut  tersangka meminta untuk dibuatkan kopi, namun tanpa di duga tersangka menyiram muka dan sekujur tubuh korban dengan air panas dipanci tersebut. Tidak hanya itu saja tersangka masih memaksa korban untuk memanaskan panci kosong tersebut dan menempelkan kewajah dan kekujur tubuh korban, namun gelagat tersangka yang masih ingin menganiaya dengan akan mengambil pisau, maka tersangka berontak dan akhirnya bisa melepaskan diri dari tersangka.
Korban akhirnya bisa keluar dan berteriak meminta tolong sama warga, melihat kondisi tersebut tersangka akhirnya melarikan diri dengan membawa kabur 3 unit hand phone dan uang  milik korban.
Kata Mardiono, Kejadian penganiayaan terjadi dini hari, 12/5/ 2018, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut di Polres Muaro Jambi,  setelah mendapatkan laporan, jajaran Polres Muara Jambi dengan IT Polda bergerak untuk menemukan keberadaan tersangka, penyelidikan membuahkan hasil, tersangka berada di Simpang Rimbo Grya Ahli kota Jambi, berada di tempat keluarga tersangka. 
Lanjut kapolres, Saat penangkapan jajaran polres Muaro Jambi  didampingi ketua RT dan warga setempat, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang memiliki alamat ganda, di Sekernan dan Padang Sidempuan diperoleh pengakuan karena modus cemburu karena korban berselingkuh dengan pria lain.
Dari kasus tersebut HS (29),  warga Sekernan ini dikenakan pasal 44  UU 23/ 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan fisik/penganiayaan dalam  pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun, pungkas Mardiono.
Diperoleh informasi kondisi MN (32), masih dilakukan perawatan intensif di rumah sakit karena luka bakar yang dia derita.
Dijelaskan dalam pasal 44 ayat 1 UU 23/2004, menyebutkan, ancaman hukuman  paling lama 5 tahun denda 15 juta rupiah, dalam UU tersebut dijelaskan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga; melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga; menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumahtangga  yang harmonis dan sejahtera.
Begitu juga dalam pasal 351 KUHPidana dijelaskan, (1)   Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan  bulan  bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah; (2) Jika perbuatan  mengakibatkan  luka-luka  berat,  yang bersalah  diancam  dengan pidana penjara  paling lama lima tahun.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Abdulah Ihsan
views