_

Aliran Gas Rumah Tangga Bocor Warga Dihantui Ketakutan

Fasilitas gas untuk rumah tangga dikota Jambi terjadi kebocoran, warga dihantui ketakutan jika terjadi kebakaran, akhirnya kembali menggunakan tabung gas untuk keperluan rumah tangga

HNCK8306-730x487
ilustrasi; instalasi gas rumah tangga

JAMBI - Beberapa pekan belakangan aktivitas masyarakat pengguna aliran gas rumah tangga di Kota Jambi terganggu.pasalnya, diketahui akibat adanya kebocoran pipa gas yang terjadi di jalan Aditiya Warman RT 16 Kelurahan Thehok, Jambi Selatan, Kota Jambi. 

"Kebocoran pipa gas yang disebabkan adanya pembangunan drainase oleh pemerintah Kota Jambi," kata ketua RT setempat, Suryanto.

Ia berharap pihak terkait segera memperbaiki pipa gas yang bocor karena pembangunan itu karena sudah terlalu lama tak kunjung diperbaiki agar masyarakat dapat menggunakan aliran gas seperti biasanya. Keluhan tersebut sudah banyak disampaikan warganya.

"Setiap malam bau menyengat keluar dari masing - masing aliran gas di rumah warga," keluhnya.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Jambi, Usman Ermulan menyebutkan, selain masyarakat harus kembali menggunakan gas LPG, Masyarakat dibuat ketakutan kebocoran pipa dapat menjalari rumah penduduk menyebabkan terjadinya kebakaran hebat.

"Rusaknya pipa gas ini karena kurang kordinasi antara pemerintah Kota Jambi kepada pihak penyaluran gas rumah tangga," ujar Usman.

Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode tersebut menjelaskan, harusnya sebelum dilakukan pembangunan drainase, pemerintah kota selaku pemilik wilayah memanggil pihak penyalur gas rumah tangga. Lalu, Pemerintah langsung menyampaian lokasi-lokasi yang hendak dibangun sehingga tak menganggu aliran gas ditengah masyarakat maupun tak merusak pipa penyaluran. 

"Kalau sudah begini, masyarakat yang dirugikan," kata Usman.

Masih kata Usman, gas rumah tangga merupakan program pemerintah pusat dalam arti seluruh aset adalah milik negara. Apabila di dalam pengerjaan terjadi kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian Pemerintah setempat, pemerintah setempat diwajibkan mengganti seluruh kerugian negara sehingga tidak merugikan negara maupun tidak menghambat program pemerintah pusat terhadap penyaluran gas ke rumah penduduk. 

"Kalau terjadi kerusakan disebabkan pembangunan drainase maka Pemerintah Kota Jambi maupun rekanan harus bertanggung jawab," sebut Usman.

Usman menambahkan, Pemerintah Kota Jambi dapat segera bertanggung jawab atas kerusakan pipa tersebut dan tidak menyepelekan kebocoran pipa gas itu.

"Karena ini gas, sangat mudah terbakar. Selain menganggu aktivitas rumah tangga masyarakat, juga membahayakan dapat menyebabkan kebakaran yang menjalar ke rumah-rumah penduduk," tegas mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Pjs Walikota Jambi, Muhammad Fauzi di konfirmasi melalui via seluler miliknya enggan memberikan tanggapan.

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views