_

Andika Perkasa Jadi Pangkostrad, AM Putranto Dankodiklat

HNCK8306-730x487

Letjend TNI Andika Perkasa/net

JAKARTA - Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa dipromosikan sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad).

Andika Perkasa mengantikan Letjen Agus Kriswanto menjadi perwira tinggi (pati) di Mabes TNI AD dalam rangka pensiun. Jabatan ditinggalkan Andika ditempati Mayor Jenderal TNI AM Putranto, sebelumnya Pangdam II/Sriwijaya.

Hal ini tertuang dalam surat keputusan bernomor Kep/673/VII/2018 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Surat ini ditandatangani di Jakarta Jumat 13 Juli 2018. Di dalam surat tersebut tercatat ada sebanyak 29 perwira yang dimutasi ataupun mendapatkan promosi.

Andika Perkasa lahir di Bandung pada 21 Desember 1964. Ia merupakan lulusan Akademi Militer 1987, bersama dengan Mayjen Kustanto Widiatmoko dan Mayjen M. Herindra.

Setelah lulus dari akademi militer, Andika langsung bergabung dengan jajaran korps baret merah, Kopassus. Kariernya dimulai sebagai komandan peleton. Tak butuh waktu lama, ia berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).

Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Kembali bertugas dalam waktu singkat, ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya. Belum genap setahun, ia menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Selama bertugas, Andika tetap menyempatkan diri untuk pendidikan. Dalam kurun waktu antara 2003 hingga 2011, lulusan S1 Sarjana Ekonomi dalam negeri itu, berada di Washington D.C, Amerika Serikat untuk memperoleh pendidikan militer. Ia meraih tiga gelar S2 (M.A, M.Sc., M.Phil.,) dan satu gelar S3 (Ph.D) dari The George Washington University, National Defense University, Norwich University, dan Harvard University.

Andika pernah memimpin penangkapan pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor pada 2002. Seakan kembali membuktikan bahwa karier Andika di dunia kemiliteran tergolong moncer, pada awal 2013 ia diangkat menjadi Kolonel. Kemudian pada 8 November 2013, ia kembali diangkat menjadi Kepala Dinas penerangan Angkatan Darat. Pangkatnya pun dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal.

Saat kunjungan kerja KASAD saat itu, Jenderal TNI Budiman ke provinsi jambi beberapa tahun lalu bersama Andika sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat. Sosok Andika dikenal mudah bergaul dan tak sungkan berbagi ilmunya kepada kalangan wartawan tengah meliput kegiatan tersebut.

Melesatnya karier Andika kian mengejutkan ketika 11 bulan kemudian ia dipromosikan menjadi Komandan Paspampres pada 2014. Dengan jabatan baru ini, ia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal.

Andika Perkasa dipromosikan menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD. Pada jabatan itu pangkatnya sekaligus naik menjadi Letnan Jenderal.

Prestasi Andika tidak main-main. Sebab, ia menjadi perwira dengan jabatan paling tinggi di generasinya. Bahkan pada Akmil angkatan 1985, belum ada lagi yang dapat mencapai pangkat setinggi itu setelah Letjen Edy Rahmayadi.

Andika memiliki seorang anak dari pernikahannya dengan Diah Erwany. Diah adalah anak dari eks Kepala Badan Intelijen Negara dan tokoh militer, A.M. Hendropriyono.

Selain Andika, Ada 3 Kodam yang mengalami pergantian kepemimpinan yakni Kodam II/Sriwijaya, Kodam XIII/Merdeka, dan Kodam XIV/Hasanuddin. Mayjen Agus Surya Bakti yang menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin kini menjadi Asintel Panglima TNI. Posisinya digantikan Mayjen Surawahadi yang sebelumnya menjabat Danpussenif Kodiklatad.

Sementara Mayjen Madsuni yang sebelumnya menjadi Pangdam XIII/Merdeka kini menjadi Pa Ahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI. Posisi Pangdam XIII/Merdeka kemudian diisi Mayjen Tiopang Aritonang yang sebelumnya menjabat Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI.

Selanjutnya, Mayjen Irwan yang sebelumnya menjabat Aslog KSAD menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya. Dia menggantikan Mayjen AM Putranto. Putranto promosi menjadi Dankodiklatad. Dia menggantikan Letjen Andika Perkasa yang promosi menjadi Pangkostrad.

Berikut daftar mutasi dan promosi perwira:

1. Letjen Agus Kriswanto sebelumnya menjabat Pangkostrad, kini jadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun
2. Letjen Andika Perkasa sebelumnya Dankodiklatad, kini jadi Pangkostrad
3. Mayjen AM Putranto sebelumnya Pangdam II/Sriwijaya, kini jadi Dankodiklatad
4. Mayjen Irwan sebelumnya Aslog KSAD, kini jadi Pangdam II/Sriwijaya
5. Brigjen Jani Iswanto sebelumnya Staf Khusus KSAD, kini jadi Aslog KSAD
6. Mayjen Agung Risdhianto sebelumnya Dankodiklat TNI, kini jadi Staf Khusus KSAD
7. Mayjen Benny Indra Pujihastono sebelumnya Asintel Panglima TNI, kini jadi Dankodiklat TNI
8. Mayjen Agus Surya Bakti sebelumnya Pangdam XIV/Hasanuddin, kini jadi Asintel Panglima TNI
9. Mayjen Surawahadi sebelumnya Danpussenif Kodiklatad, kini jadi Pangdam XIV/Hasanuddin
10. Brigjen Tri Soewandono sebelumnya Kasdam XVI/Pattimura, kini jadi Danpussenif Kodiklatad
11. Brigjen Asep Setia Gunawan sebelumnya Danrem 174/Atw (Merauke) Kodam XVII/Cenderawasih, kini jadi Kasdam XVI/Pattimura
12. Kolonel Inf Agus Abdurrauf sebelumnya Kapuskodalops TNI AD, kini jadi Danrem 174/Atw (Merauke) Kodam XVII/Cenderawasih
14. Mayjen Amrin sebelumnya Pa Ahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI, kini jadi Staf Khusus KSAD
15. Mayjen Madsuni sebelumnya Pangdam XIII/Merdeka, kini jadi Pa Ahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI
16. Mayjen Tiopang Aritonang sebelumnya Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, kini jadi Pangdam XIII/Merdeka
17. Brigjen Santos Gunawan Matondang sebelumnya Kasgartap I/Jakarta, kini jadi Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI
18. Brigjen Suharyanto sebelumnya Dir Kontra Separatisme Deputi III bidang Kontra Intelijen BIN, kini jadi Kasdam Jaya
19. Brigjen Edmil Nurjamil sebelumnya Kabinda Sumatera Selatan BIN, kini jadi Dir Kontra Separatisme Deputi III bidang Kontra Intelijen BIN
20. Kolonel Inf Ruddy Prasemilsa sebelumnya Agen Madya pada Direktorat Rendalgiatops Deputi II Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, kini jadi Kabinda Sumatera Selatan BIN
21. Marsma Hari Andi Atmoko sebelumnya Pa Sahli Tk II Siber Sahli Bidang Intekmil dan Siber Panglima TNI, kini jadi Pati Mabes TNI AU karena meninggal dunia
22. Kolonel Pnb Hari Widodo sebelumnya Sesdisbangopsau, kini jadi Pa Sahli Tk II Siber Sahli Bidang Intekmil dan Siber Panglima TNI
23. Marsma Eny Juwartini sebelumnya Pati Sahli KSAU Bid Iptek, kini jadi Staf Khusus KSAU
24. Kolonel Lek Edi Kusnadi sebelumnya Inspektor Koopsau I, kini jadi Pati Sahli KSAU Bid Iptek
25. Marsma Muhammad Johansyah sebelumnya Pati Sahli KSAU Bid Sumdanas, kini jadi Staf Khusus KSAU
26. Kolonel Lek Heru Anggraito sebelumnya Pamen Sahli KSAU Bid. Komnika Sahli KSAU Bid Iptek, kini jadi Pati Sahli KSAU Bid Sumdanas
27. Kolonel Inf Chanlan Adilane sebelumnya Irdam III/Siliwangi, kini jadi Ir BNPP
28. Kolonel Mar Budi Purnama sebelumnya Wadanlantamal VIII/Mdo Koarmatim, kini jadi Direktur Sistem Komunikasi BNPP
29. Kolonel Cpm Eddy Rate Muis sebelumnya Analis Madya Diagasiskar Dit SDM Ditjen Kuathan Kemham, kini jadi Direktur Hukum pada Deputi Bid. Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Sabrar Fadhilah membenarkan pergantian jabatan tersebut. 

"Kalau soal pelantikan dinamis, waktunya nanti melihat dari pimpinan," katanya.

Penulis :(Ramadhani/berbagai sumber)

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views