_

Angkutan Batubara, Kerakyatan, Sampai Kedatangan JK

HNCK8306-730x487

Usman Ermulan - Jusuf Kalla/net

JAMBI - Pemerintah sebaiknya segera memanfaatkan aliran sungai Batanghari sebagai jalur alternatif angkutan batubara. Kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla ke Provinsi Jambi, Sabtu 4 Agustus 2018, diharap memberi 'oleh-oleh' demi terwujudnya Jambi Tuntas 2021. 

Tokoh Masyarakat Jambi Usman Ermulan mengatakan, sungai Batanghari memiliki panjang 1.740 kilometer dengan lebar 650 meter-1.200 meter, mengalir melewati sejumlah kabupaten. Sungai ini juga memiliki anak sungai dengan lebar dan kedalaman yang layak dimanfaatkan untuk sarana transportasi hasil tambang tersebut.

Pesatnya pertumbuhan dan pengembangan industri batubara pada sejumlah kabupaten di provinsi itu turut memicu kerusakan jalan karena sebagian besar diangkut menggunakan truk dengan volume barang melebihi daya beban jalan.

"Melalui aliran sungai mampu menampung 5 juta ton batubara, dari pada jalur darat yang hanya 1,5 juta ton," ujar Usman.

Mantan Anggota DPR RI ini menyebutkan, Pertambangan batubara pada prinsipnya mempunyai tujuan yang baik untuk mendukung dan menumbuh kembangkan kemampuan sumber energi nasional agar lebih mampu bersaing ditingkat nasional, regional dan internasional, yang pada aktifitasnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar besar kesejahteraan rakyat, dengan tetap mengedepankan wawasan lingkungan hidup  jambi dahulunya dikenal sebagai daerah ekspor jalur sungai. Peran penting, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI di Jambi yang di nilai menelan anggaran besar cukup mampu melakukan konsep pengerukan sungai.

"BWSS harus membuat konsep. Mereka ditugaskan untuk mengurus aliran sungai, bukan mendirikan kantor sebesar itu," tegas Usman. 

Menurut Usman, ada banyak dampak negatif ditimbulkan angkutan batubara yang melintas di jalan umum yakni arus transportasi jalan menjadi sangat padat yang dalam setiap saat bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tentunya sangat mengganggu arus jalan umum dan menyebabkan bertambahnya waktu tempuh perjalanan. Bagi masyarakat umum yang biasa menggunakan jalur lintas dalam aktivitasnya, tentulah tidak asing bagi mereka melihat iring-iringan truk batubara yang kadangkala membuat kemacetan panjang dijalur tersebut hingga berjam-jam lamanya. Bahkan bisa lebih lama lagi jika terjadi kemacetan atau kecelakaan.

Lalu, rusaknya infrastruktur jalan umum yang disebabkan karena seringnya truk angkutan batubara yang membawa beban melebihi kapasitas daya dukung jalan, yang dilakukan terus menerus. Beberapa ruas jalan harus segera mendapat perbaikan untuk kelancaran dan keselamatan. Begitu juga beberapa jembatan yang dilalui truk pengangkut batubara. Biaya yang akan dikeluarkan pemerintah yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut tentunya bukan jumlah yang sedikit, dan bahkan bisa melebihi pendapatan resmi yang diterima oleh Negara dari sector pertambangan batubara di Provinsi Jambi.

Selanjutnya, menyebabkana ekonomi biaya tinggi. Kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan secara langsung menyebabkan pengiriman dan arus lalu lintas barang menjadi terhambat yang berdampak pada timbulnya ekses biaya tambahan dalam aktifitas perekonomian masyarakat.

Serta dampak sosial berupa kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan korban masyarakat luka-luka atau bahkan meninggal dunia. Terlepas dari faktor penyebab siapa yang salah dan menyebabkan terjadinya kecelakaan atau juga argumen bahwa kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada kendaraan apapun, namun berdasarkan data dan statistika, banyaknya operasional truk angkutan batubara di jalan umum meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas pada masyarakat yang dilalui truk angkutan batubara. Terkadang menyebabkan anarkisme dari masyarakat.

Dan yang tidak bisa dipungkiri, truk angkutan batubara menyebabkan konsumsi solar BBM subsidi melonjak tinggi, yang pada gilirannya mengambil jatah BBM subsdi bagi masyarakat umum, hingga menyebabkan antrian panjang dan kehabisan BBM subsidi. Harusnya, karena angkutan batubara merupakan bagian dari operasi produksi industri batubara, dan harga jual batubara mengikuti harga industri, dan tentunya yang namanya industri sudah seharusnya menggunakan BBM industri (non subsidi). Bisa dihitung jumlah kerugian negara akibat penggunaan BBM subsidi oleh truk angkutan batubara jika terdapat sekurang-kurangnya 5000 truk angkutan batubara yang rata-rata mengkonsumsi solar subsidi 100 liter per hari berarti kerugian yang ditanggung oleh negara rata-rata Milyaran setiap harinya. Belum lagi dampak antrian mengisi BBM di SPBU yang panjang antriannya bisa mencapai 1 KM. 

"Pertanyaannya, apakah hal ini harus terjadi terus menerus? siapa yang terkena dampak langsung operasional truk angkutan batubara dijalan umum? Tentunya masyarakat umum dan keuangan Negara yang dirugikan," kata Usman.

Jusuf Kala (JK) Wakil Presiden RI berkunjung ke Jambi, dalam kunjungannya JK mengisi kuliah umum kebangsaan di Universitas Jambi di Mendalo, Kabupaten Muarojambi. Disamping itu, masyarakat Jambi khususnya petani sawit dan karet mengharapkan adanya solusi tentang merosotnya harga komonditi. 

"Disamping harga kebutuhan cendrung meningkat yang sangat memberatkan khususnya petani serta masyarakat, yang berakibat daya beli masyarakat menurun serta Nilai Rupiah yang terus merosot," kata Usman.

Sebagai pemangku kebijakan, masyarakat Jambi berharap JK dapat memberikan dampak postif terhadap kesejahteraan masyarakat Jambi, khususnya dibidang perekonomian masyarakat saat ini.

Usman menjelaskan, beberapa nilai jual harga komoditi unggulan rakyat Jambi terus mengalami penurunan, seperti disektor karet dan sawit. Sementara dua komoditi tersebut merupakan sektor utama penghasilan.

"Pemerintah kurang maksimal dalam mengatasi ekonomi Jambi, khususnya meningkatkan ekonomi petani," sebut Usman.

Ia menyarankan kepada seluruh kepala Pemerintah Daerah (Pemda) untuk aktif menyampaikan setiap kondisi dan permasalahan yang  tengah dihadapi didaerahnya masing - masing kepada Presiden selaku pemangku kebijakan.

"Saya apresiasi dengan Presiden sebelumnya, karena pada selasa tanggal 31 kemarin Presiden memanggil seluruh Bupati dan Walikota diminta untuk menyampaikan setiap persoalan yang tengah dihadapi," katanya.

Karena diakui oleh Usman, apa yang menjadi persoalan itu tentunya yang lebih memahami adalah masing-masing kepala daerah itu sendiri, namun dia menekankan kepada pemerintah daerah agar dapat memberi atau mencari solusi ekonomi rakyat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alamnya.

Terpisah, Menurut Tokoh Masyarakat Jambi lainnya, Hatta Arifin berharap kunjungan JK ke Jambi menjadi "oleh-oleh" baik bagi masyarakat Jambi dalam kondisi keterpurukan ekonomi.

"Rakyat berharap dengan kunjungan JK ke Jambi dapat memberikan win-win solution bagi masyarakat Jambi, kita ketahui saat ini hasil komoditi para petani terus mengalami penurunan harga, seperti karet, sawit, pinang dan kopi," ujarnya.

Dikatakannya, jika ditanya masyarakat Jambi masih makan atau tidak, tentu masih makan, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya seperti biaya pendidikan dan kesehatanan tidak sebanding dengan kondisi ekonomi sekarang.

"Harga komoditi masyarakat tidak lagi seimbang dengan harga sembilan bahan pokok, kalo ditanya apakah masyarakat masih makan tentunya masih makan, palingan mereka makan dengan lauk seadanya," paparnya.

Hatta menilai Pemerintah Pusat maupun daerah terkesan tidak serius menanggapi permasaalahan ekonomi masyarakat, padahal katanya banyak solusi yang dibangun untuk meningkatkan penghasilan masyarkat.

Salah satu contoh disebutkannya dibidang perkebunan karet, jika selama ini masyarakat dalam satu hektar lahan hanya mampu memproduksi 10 kilo gram, tetapi bagaimana kedepannya upaya pemerintah dengan luas lahan yang sama bisa memproduksi 40 kilo gram.

"Jika biasanya masyarakat dalam satu hektar kebun karet hanya menghasilkan 10 kilo gram, tetapi bagaimana caranya dengan luas yang sama bisa menghasilkan produksi yang lebih, paling tidak dengan produksinya meningkat bisa menutupi harga karet yang jatuh bebas," paparnya.

Penulis : Ramadhani 

 

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views