_

Baku Hantam Warnai Syukuran di Terminal Soekarno Klaten

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - KLATEN, Penyelenggaraan acara Syukuran  dan halal bihalal diterminal Klaten berujung perkelahian antara paguyuban dan petugas dari Kementrian Perhubungan.
Pentas Musik Dangdut yang diselenggarakan oleh Paguyuban Parikesit (Paguyuban Agen Bus Tipe A Terminal Ir Soekarno Klaten)  di warnai insiden baku hantam, Jumat (14/07) sekira pukul 16.00 WIB.Sedianya acara tersebut dalam rangka Syukuran dan Halal bihalal paguyuban dengan menampilkan hiburan musik dangdut, namun ditengah gelaran acara terjadi gesekan antara penonton dari pihak paguyuban dengan petugas terminal setempat.
Menurut kesaksian beberapa nara sumber di tempat kejadian perkara (TKP) namun tidak mau disebut namanya, insiden itu bermula ketika salah satu penonton (Tatang -red) dari pihak paguyuban naik ke panggung memberikan saweran kepada penyanyi, namun terjadi kesalah pahaman dari pihak petugas terminal setempat.
"Petugas menarik paksa Tatang untuk turun dari panggung, tapi Roso (50), tidak lain Ayah dari Tatang, merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, akhirnya dia maju ke depan, tiba-tiba  Roso dianiaya oleh petugas dan seketika itu saya langsung berusaha untuk melerai", Jelas Susilo salah satu saksi mata yang berada di tempat kejadian.
Selanjutnya Susilo menambahkan dalam keteranganya, usahanya untuk melerai malah terjadi selisih paham dengan oknum petugas.
"Saya malah ditantang oleh petugas, padahal niat saya untuk melerai dan mendamaikan, karena saya tahu Roso dianiaya", Terangnya.
Susilo menyayangkan kejadian tersebut, Sebab menurutnya salah satu oknum petugas yang menganiaya Roso adalah dari PNS.
"Seharusnya sebagai petugas memberikan contoh yang baik tetapi malah jadi kompor", Katanya.
Sementara sumber lain salah satu petugas disaat kejadian berlangsung tengah berada di pos penjagaan sisi barat pintu keluar Bus mengetahui akan insiden itu segera menghampiri berupaya untuk melerai.
"Saya pas jaga di pintu keluar, tahu rame-rame saya berlari untuk memastikan kejadianya dan saya berusaha untuk melerai," Kata Sriyono salah satu Petugas Terminal setempat.
Sementara menanggapi insiden tersebut, Praktisi Hukum Sigit Pratomo SH yang sempat datang memenuhi undangan, mengatakan bahwa Paguyuban sudah diberi rambu-rambu oleh pihak terminal sebelum pelaksanaan acara berlangsung.
"Dari Paguyuban ditekan oleh pihak Terminal, Warning-nya pinjem terminal itu dikasih ijin tapi acaranya tidak sebesar itu, padahal itu cuma halal bihalal, pake orgen tunggal, kemarin ya ditegur kok panggungnya gede", Terangnya.
Selanjutnya terkait insiden itu akan dilakukan upaya perdamaian dari kedua belah pihak yang berseteru. "Teman-teman dari paguyuban dan pegawai terminal yang berseteru sudah saya hubungi sudah pada mau damai, tinggal bikin Akta perdamaian dulu aja nanti ke Polsek saya tinggal nyerahke", Pungkas Sigit Pratomo.
Atas kejadian tersebut, Pihak terminal menghentikan gelaran acara yang sedang berlangsung dan malamnya diadakan pertemuan tertutup guna dilakukan pembinaan terhadap anggota paguyuban agen Bus dan para petugas yang bersangkutan. Diduga pada saat kejadian acara syukuran dan halal bihalal, banyak petugas terminal dan anggota paguyuban dalam kondisi terkena pengaruh minuman keras.
Sampai berita ini diturunkan waktoe.com belum dapat menkonfirmasi Koordinator Terminal Tipe A Ir Soekarno, Marjono dan pihak terkait lainya untuk dimintai keterangan.

Yoyok Tri/waktoe.com
 

Penulis yoyok tri

Editor ihsan abdulah nusantara
views