_

Bemm,...Geram Bendera Merah Putih Dirobek, Dilaporkan Polisi

Karena geram mendengar dugaan bendera Merah Putih dirobek oknum Guru Sekolah Dasar, Bogem mentah diluncurkan dan berujung laporan ke Polisi. 

HNCK8306-730x487
Wakapolres Muaro Jambi Kompol Lukman, SH, didampingi jajarannya melakukan konfrensi pers di Mapolres tentang Kasus Penganiayaan

JAMBI - Kejadian ini bermula dari salah satu oknum guru PNS yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 195/IX Desa Matra Manunggal Kecamatan Bahar Utara Kabupaten Muaro Jambi,  yang diduga melakukan perobekan bendera Negara republik Indonesia (Merah Putih), mendengar hal tersebut BM  salah satu warga  mendatangi  Oknum Guru (HP) di Sekolah. Dan terjadi percekcokan dan akhirnya tersangka memukul oknum guru hingga terjatuh.

Seperti yang disampaikan Wakapolres Muaro Jambi  Kompol Lukman, SH dalam Konferensi Pers di Mapolres  (28/3/2018),  mengatakan, Kasus penaganiayaan ini terjadi di Polsek Bahar, yang dilimpahkan ke Polres  dan sekarang sudah P21 ditangani kejaksaan, terlapor dan barang bukti sudah kita amankan.  Ini berawal dari seorang Guru SD 195/IX Desa Matra Manunggal Kecamatan Bahar Utara Kabupaten Muaro Jambi, HP (42) yang diduga telah melakukan pengrobekan terhadap bendera Merah Putih, 

Saat mendengar kejadian itu tersangka  (BM) mendatangi ke sekolah dan disana ada beberapa saksi (rekan korban) yang sedang duduk bersama korban/pelapor (guru), selanjutnya tersangka  mananyakan perihal korban yang merobek bendera. Selanjutnya,  tersangka  menanyakan langsung kepada korban, "pak HP mohon maaf tugas  anda apa disini, dijawabnya, saya pendidik,  kenapa bapak merobek bendera merah putih, berarti anda melecehkan NKRI", sergah Tersangka. 

Mendengarkan perkataan tersangka tersebut korban berdiri, apa urusan kamu menanyakan hal tersebut, kamu dapat laporan dari mana, karena sudah emosi akhirnya tersangka memegang leher korban dan dipukul sekali, Bemm..... dan korban jatuh.

Setelah kejadian tersebut korban akhirnya melaporkan ke Polsek Bahar atas tuduhan penganiayaan, perkara dilimpahkan ke Polres Muaro Jambi dan sudah P 21 yang sekarang sudah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Sengeti.

Tersangka dikenakan pasal 351  KUHP  dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan, jelas Wakapolres Muaro Jambi Kompol Lukman, SH.

Secara terpisah ternyata Tersangka juga melaporkan terhadap HP (Guru SDN 105 yang dalam perkara ini sebagai korban)  dengan tuduhan melecehkan simbol negara (merobek bendera merah putih), namun perkaranya masih proses penyelidikan dalam rangka mengumpulkan barang bukti, tambah wakapolres.

Dalam Pasal 351 KUHP, dijelaskan  dari ayat 1-5,  Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan,  Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Undang-undang tidak memberi ketentuan apakah yang diartikan dengan “penganiayaan” itu. Menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan “penganiayaan” yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Menurut alinea 4 pasal ini, masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang”.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views