_

Bincang Santai MTCC dengan Kepala Daerah se-DIY Tentang KTR

HNCK8306-730x487

Waktoe.com-YOGYAKARTA, Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar diskusi yang dikemas dalam Afternoon Tea bersama Kepala Daerah se DIY, Kementerian Kesehatan RI, dan Tim Aliansi Bupati/Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Kamis (12/04) bertempat di Silol Coffee and Eatery, Yogyakarta.

Dalam bincang santai nan hangat itu dipaparkan kondisi terkini peraturan KTR di masing-masing daerah. Seperti diketahui bersama, Pemerintah telah menerbitkan perundang-undangan untuk sektor kesehatan, termasuk diantaranya Undang-Undang Nomer 36 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 109 Tahun 2012 guna mempercepat pencapaian millenium development goals (MDGs).

Kasubdit Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kemenkes RI, dr. Theresa Sandra Diah Ratih yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan setiap Kabupaten/Kota wajib mengimplementasikan kebijakan KTR. "Bisa untuk melindungi masyarakat terhadap paparan asap rokok, mengurangi prelevansi habit anak-anak menjadi perokok," katanya.

Selain itu dia juga menyinggung masih maraknya iklan-iklan rokok yang tersebar dimana-mana. "Iklan juga bisa mempengaruhi anak-anak untuk merokok, untuk itu perlu diatur juga keberadaannya," tambahnya.

Untuk saat ini, seluruh kabupaten dan kota di DIY sudah memiliki regulasi terkait hal itu, meskipun bentuk regulasinya berbeda-beda. Diawali dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang telah menetapkan Perda Nomer 5 Tahun 2014 yang ditetapkan pada 22 April 2014 lalu, disusul setahun kemudian oleh Pemkab Gunungkidul yang pada tanggal 25 Juni 2015 menetapkan Perda Nomer 7 Tahun 2015.

Lalu Pemkot Yogyakarta melalui Perda Nomer 02 Tahun 2017 yang disahkan pada 6 Februari 2017. Untuk dua kabupaten lainnya hingga kini belum menerbitkan Perda serupa. Kabupaten Sleman hanya mengacu pada Perbup Kabupaten Sleman Nomer 42 Tahun 2012 dan Bantul melalui Perbup Kabupaten Bantul Nomer 18 Tahun 2016.

"Sesuai dengan program FCTC yang digagas WHO dalam mengendalikan tembakau, MTCC UMY berpartisipasi aktif dalam program-program pengendalian tembakau dan program KTR di Indonesia. Selain itu juga melakukan advokasi kebijakan publik dalam pengendalian dampak tembakau dan sosialisasi pengintegrasian dampak tembakau pada masyarakat luas, khususnya di DIY ini," kata Ketua MTCC UMY Winny Setyonugroho.

Penulis Dewi Ratih | ch.dewiratih@gmail.com

Editor CH DEWI RATIH KPS
views