_

BNNK Tebo dan Tanjabbar Lagi Diupayakan

HNCK8306-730x487

JAMBI - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi memfasilitasi kegiatan rapat supervisi dan evaluasi dari Biro Kepegawaian dan Organisasi BNN RI.

Kegiatan tersebut bertempat di aula kantor BNNP Jambi, Kotabaru, Kota Jambi, belum lama ini.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan, SH dan Kepala Badan Kesbangpol Tanjabbar Drs. R. Aziz Muslim yang didampingi Kepala BKD Tanjabbar Drs. Encep Jarkasih. 

Dalam kesempatan tersebut Kasubbag Ortala BNN RI sekaligus ketua tim supervisi Latiful Akbar menyampaikan permintaan maaf kepada kedua perwakilan Pemkab Tebo dan Tanjabbar mengenai pengusulan pembentukan BNNK di kedua Kabupaten untuk saat ini belum bisa terpenuhi, walaupun dua Kabupaten tersebut sudah masuk dalam kategori penilaian dan memenuhi kriteria untuk pembentukan badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Hal ini terkait dengan adanya surat tentang penguatan kapasitas organisasi instansi vertikal Badan Narkotika Nasional dari KEMENPAN, surat tersebut menyatakan BNN saat ini diprioritaskan pada evaluasi terhadap instansi vertikal yang telah terbentuk juga perlu dilakukan optimalisasi terhadap kapasitas organisasi dan sumber daya pada instansi yang sudah ada.

Wakil Bupati Tebo Syahlan Arfan, SH menyampaikan rasa sedih dan kecewa terhadap keputusan tersebut, terbentuknya BNNK di Kabupaten Tebo sangat didukung oleh Pemkab Tebo dengan disiapkan infrastruktur dan SDM dibutuhkan. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Tanjabbar Drs. R. Aziz Muslim yang mengatakan bahwa Kabupaten Tanjabbar adalah Kabupaten yang rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sebagai jalur masuknya barang haram ini ke provinsi Jambi. Walaupun demikian masing-masing pemkab bersepakat bahwa mereka akan tetap mendukung dan selalu berperan aktif dalam program anti narkoba.

Menanggapi tersebut, Latiful Akbar mengatakan bahwa BNN akan tetap berusaha mengajukan pembentukan BNNK di dua Kabupaten ini pada tahun depan.

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views