_

Budi Saputra; Tidak Ada Toleransi Bagi Peserta Seleksi CPNS Yang Melanggar Aturan

Peserta seleksi CPNS saat ujian hanya diperbolehkan masuk ruang ujian hanya membawa KTP, Kartu Ujian, Pensil dan Alas, yang melanggar akan di diskualifikasi

HNCK8306-730x487
Peserta saat menyerahkan berkas untuk diverifikasi faktual

JAMBI - Pengumuman tentang lokasi ujian CPNS dan persyaratannya dikeluarkan, 30 Oktober, sistim ujian yang digunakan adalah Computers Assisted atau Test Ujian Berbasis Computers dari Senin, 05 hingga 10 Nopember. Sengeti 31 Oktober.
Dalam pengumuman yang ditempel di Kantor BKD tentang persyaratan peserta ujian ada beberapa  point' yang perlu di perhatikan diantaranya, Kartu ujian  dicetak sendiri melalui website sscn.go.id. Sedangkan lokasi terdapat dua tempat di SMA Negeri Titian Teras Jambi dan SMA Negeri 1 Muaro Jambi. Peserta saat mengikuti ujian wajib memakai pakaian baju putih celana gelap,  membawa KTP atau Suket penduduk asli, Kartu ujian asli. Alat tulis dan Pensil.
Adanya sanksi jika melanggar akan  dikenakan diskualifikasi atau dinyatakan gugur.
Dari total pendaftar sebanyak 5.329 peserta hasil verifikasi faktual dibagi dalam 6 hari ujian di dua lokasi.
Seperti halnya yang disampaikan Budi Saputra, ketua panitia seleksi bidang administrasi menjelaskan 
masalah lokasi, jam, sesi, dan  ruangan lengkap, mulai pagi tadi 31 Oktober sudah bisa dilihat di website BKD Muaro Jambi dan sscn.go.id oleh para peserta.
"Yang sudah mencetak sebelumnya (sebelum 31/10 red) silahkan mencetak ulang karena ada barkode", terang Budi.
Lanjutnya,  Barkode tersebut berfungsi sebagai alat  kecocokan data peserta.
Ini sebagai antisipasi kecurangan, salah satunya adalah joki.
Dalam pelaksanaan ada 3 ring, yang akan kita terapkan, mulai dari ruang publik yang diperuntukan parkir, kemudian ring 2 adalah ruang tunggu yang digunakan untuk pencocokan data, pembersihan alat, dibacakan tata tertib dan simulasi, ring 3 ujian.
Satu sesi ujian ada 250, yang terbagi 150 di Titian Teras dan 100 di SMAN 1 Pijoan.
Ditambahkan Budi,  Pembagian tempat dilakukan oleh sistim yang mengatur berdasarkan kriteria.
 "Antisipasi kendala sarpras mulai dari perangkat LAN, setiap lokal terdiri dari 30 LAN, berikut ada cadangan 5, dan Jengset", ujarnya.
Pengawas dari BKN, daerah dan BKD sebagai bentuk bagian dari sistim yang diterapkan untuk menghindari kecurangan.
Dari Data awal peserta upload mendaftar sejumlah  5.937, setelah verifikasi faktual tinggal 5329, jadi sekitar 608 tidak memenuhi syarat.
Diharapkan peserta yang ikut ujian membaca tata tertib. Dan, Panitia beranggapan peserta membaca dan  mengetahui jadi tidak ada toleransi.
Terkait dengan tas, dan barang berharga milik peserta, pihak panitia sudah menyiapkan Loker  untuk penitipan barang.
Semua Peraturan sesuai dengan Peraturan Kepala BKN, begitu juga  untuk keamanan pihak kepolisian bersifat komando dari Kapolri, dan tidak perlu membuat ijin, ada peran aktif dari polri.
"Hari ini sudah bisa dilihat, Ketua panitia sekda mengatakan, sudah siap mulai data dan peserta, silahkan peserta buka sscn.go.id", tegasnya.
Kata Budi Saputra, model test dengan  catt komputer dan peserta mendapatkan PIN sebelum ujian dan dipakai untuk masuk loading ujian.
Kemampuan siswa menjawab ujian minimal 80 soal rata rata, meliputi TIU, TWK, TKP, setiap kriteria sudah ada permenpan 37/2017.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH. IHSAN
views