_

Buka Tutup Jalur Kumpe Ulu Bagi Truck Batubara, Perusahaan Rugi Hingga 20 Persen

Polemik Truck batubara yang melintas di kabupaten Muaro Jambi, akhirnya diputuskan dengan sistim buka tutup

HNCK8306-730x487

JAMBI - Truck-truck pengangkut batubara harus mematuhi aturan untuk tidak melintas di jam-jam sibuk sesuai dengan kesepakatan dalam rapat mediasi antara pengusaha batubara dengan warga masyarakat Kumpeh ULu yang difasilitasi di ruang rapat wakil bupati, pemda Muaro Jambi (2/7) yang lalu. Sengeti, 04/7/2018.

Kesepakatan tersebut memaksa truck khusus pengangkut batubara untuk tidak melewati jalan di Kumpe Ulu di jam-jam sibuk, diantaranya pukul 06.00 hingga 09.00 serta pukul 16.00 hingg 19.00 WIB.

Rapat mediasi tersebut berlangsung selama 5 jam, untuk bisa disepakati, masing masing pihak baik dari perwakilan warga maupun pengusaha menyampaikan pendapatnya. Meskipun cukup alot  karena persoalannya harus selesai hari itu, dengan melihat berbagai persoalan tersebut akhirnya rapat mediasi digelar hingga selesai sore hari, disimpulkan dan berlaku untuk satu bulan kedepan sampai menemukan formula yang permanen.

Seperti yang disampaikan wakil Bupati Muaro jambi Bambang Bayu suseno, Tadi disepakati bahwa truck tidak boleh lewat dijam-jam sibuk dari pukul 06.00 hingga  09.00 WIB serta pukul 16.00 hingga 19.00 WIB .

“Truck batu bara boleh lewat pukul 19.00 hingga pagi jam 06.00, kemudian diperbolehkan lewat lagi pukul 09.00 hingga 16.00 WIB”. ujar BBS

Kita akan tentukan cekpoint dibeberapa tempat untuk pemberhentian truck batubara saat jam sibuk, setelah diperbolehkan kita atur jalannya agar lalulintas tetap lancar,  dan ini bersifat sementara, hanya satu bulan.

"Dalam satu bulan ini kita akan mencari formula yang baik dan permanen", pungkasnya.

Dengan keputusan sementara seperti itu salah satu pengusaha batubara, Edi Gunawan memprediksikan  akan terjadi  penurunan produksi batubara hingga 20 persen.

“Kita prediksikan  perusahaan mengalami kerugian hingga 20 persen, karena produksi kita turun, hal itu  tentunya berdampak diinternal perusahaan”, kata Edi.

Sambung Edi, dampaknya sangat banyak, jika produksi turun maka penghasilan kita juga turun dan hal itu akan berdampak terhadap karyawan kita.

Baca Juga : http://waktoe.com/post/truck-batubara-dilarang-melintas-siang-hari-di-kumpe

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views