_

Curi Motor Digadaikan, BS Dibekuk Kepolisian Muaro Jambi

Beralasan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,  curi motor digadaikan seharga 500.000,- rupiah.  Akhirnya meringkuk ditahanan Polres Muaro Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

HNCK8306-730x487
Barang Bukti sepeda Motor Honda Scoppy dan tersangka pencuri atas nama BS (21) di mapolres Muaro Jambi

JAMBI - Kejadian pencurian motor terjadi 22 Februari  2018, di RT 04 desa Kota Karang, kecamatan Kompe Ulu, hal ini dilaporkan oleh Parman (45), yang keseharian sebagai pedagang,  saat motornya ditaruh digarasi rumah dibawa lari oleh BS yang saat itu ada dirumah korban.

Seperti yang disampaikan Wakapolres Muaro Jambi, Kompol Lukman, SH dalam konfrensi Pers di Mapolres (28/3) , Sepeda Motor saat itu di garasi, pada saat itu motor diparkir Karmin salah satu karyawan, namun kemudian saat korban ingin mempergunakan sekitar pukul 17.00 WIB kendaranm tidak ada ditempat.

Tersangka BS (21) warga desa Sidomukti kecamatan  Sungai Gelam  yang kesehariannya sebagai buruh, sebelum mencuri motor sempat ribut  saat ada pertemuan di desa Sidomukti dengan Bambang (saksi), saat Bambang kerumah Parman, BS juga mengikutinya. Melihat Sepeda Motor yang  kuncinya menempel, diam -diam sepeda motor dibawa lari tersangka.

Melihat  BS membawa sepeda motor yang bukan miliknya, Bambang meneriaki, "Hai, mau dibawa kemana sepeda motor itu"? namun tersangka tetap laju membawanya., sambil menjawab pinjam sebentar. Ditunggu sampai esok hari motor tidak kembali akhirnya Parman pemilik motor melaporkan, kejadian tersebut kepada kepala desa  Karang dan diteruskan ke Polsek  Kompe Ulu.

Lanjut Lukman, pada  25 Maret 2018, tersangka berada di Sungai Gelam dirumah Neneknya, mendapatkan informasi tersebut Polsek melakukan pengerebekan, ternyata tersangka bersembunyi di lemari dan tanpa perlawaan ditangkap pihak kepolisian sektor Kompe Ulu.

Tersangka dikenakan ancaman Pasal 362 KUHP tentang pencurian  dengan ancaman hukuman  5 tahun, " Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum,diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp900-", jelas wakapolres Kompol Lukman.

Kata Lukman melanjutkan, jenis motor yang dicuri  merk honda Scoopy merah bernomor BH 4927ZC dengan  satu orang tersangaka. Motor saat itu digadaikan kepada orang lain.

Sementara itu, tersangka (BS) yang dihadirkan dihadapan media menyampaikan, motor hasil curian tersebut digadaikan 500.000,- rupiah untuk keperluan rumah tangga. 

baca Juga: http://waktoe.com/post/bemmgeram-bendera-merah-putih-dirobek-dilaporkan-polisi

Senada dengan Wakapolres Kompol Lukman, Kepala Desa  Kota Karang kecamatan Kumpe ULu, Husaini mengiyakan apa yang disampaikan wakapolres sesuai dengan laporannya  yang meneruskan dari laporan Parman selaku korban. 

Husaini mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah sigap dalam memburu tersangka hingga motor diketemukan, dan berharap agar masyarakat hati hati dalam memarkir kendaraan dan terkunci dengan baik, jangan sampai kejadian ini terulang.

Dalam Kasus yang berbeda, saat disinggung kasus ujaran kebencian/ penistaan agama yang sedang viral dilakukan oleh mahasiswa Unja, wakapolres Kompol Lukman menyampaikan "Ujaran kebencian di Unja menjadi viral, tersangka sudah diamankan dan diserahkan ke Polda, Mohon masyarakat mempercayakan proses dan  menyerahkan ke Polda demi keadilan".

Saat itu tersangka berada di Mendalo di wilayah Polsek Jakuko maka jajaran polsek tersebut bekerja sama  dengan Security Unja menangkap tersangka, selanjutnya kita serahkan kasusnya ke Polda Jambi. pungkasnya.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views