_

Dalam Tabligh Akbar Sukamta Mendesak Pemerintah Indonesia untuk Membantu Permasalahan Rohingya

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - YOGYAKARTA, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FLSDK) DIY bekerjasama dengan Forum Rohis Nusantara (Fornusa) DIY, dan Forum Antar Rohis (Farohis) Yogyakarta menggelar tabligh akbar dan qunut nazilah dengan mengangkat tema Jogja Save Rohingya, Minggu (17/09) bertempat di Masjid Diponegoro Komplek Balaikota Yogyakarta.

Acara yang merupakan bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar ini diikuti sekitar 1500 mahasiswa dan pelajar se-DIY. Diakui Ketua Panitia Acara Ichwan Fuady Falahinur, SE, bahwa tabligh akbar kali ini adalah bagian dari lanjutan acara serta aksi-aksi serupa yang dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa guna mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap masalah Rohingya.

"Kita ingin menunjukkan warga Yogyakarta yang istimewa, peduli terhadap sesama tanpa melihat suku, ras atau agama. Yang terjadi pada Rohingya adalah permasalahan kemanusiaan, mereka dianiaya dan diusir dari tempat tinggalnya. Meskipun itu terjadi di luar negeri tapi Yogyakarta sebagai bagian dari NKRI juga ikut berperan aktif mewujudkan perdamaian dunia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945," katanya.

Acara dimulai dengan orasi para pelajar dan mahasiswa, serta penggalangan dana yang akan disalurkan melalui PKPU, ACT dan RZI. "Tabligh akbar akan diakhiri dengan sholat Dzuhur berjamaah dan Qunut Nazilah. Aksi kepedulian Rohingya tidak berakhir disini, akan terus kita upayakan sampai permasalahan Rohingya tuntas," tambahnya.

Ketua Ikadi DIY Abdullah Surono, yang hadir di acara tersebut mengatakan segala bentuk pembantaian kepada Muslim Rohingya harus diakhiri. "Peristiwa Rohingya dan Palestina harus segera dihentikan agar tidak banyak korban yang berjatuhan. Marilah kita bersiap untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Rohingya," katanya.

Ustad Wijayanto yang turut mengisi tauziah di acara tabligh akbar mengungkapkan bentuk kepedulian terhadap Rohingya bisa bermacam-macam seperti diantaranya Jihad jempol. "Adalah jihad anda dengan menshare berita-berita yang positif yang jauh dari pendustaan berita," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI DR H Sukamta, yang juga turut hadir di acara itu menyebutkan Rohingya ini merupakan permasalahan serius yang harus segera diselesaikan. "Kita semua berduka dengan apa yang terjadi di Rohingya, butuh langkah-langkah kongkrit untuk menyelesaikannya. Selain bantuan makanan dan obat-obatan yang paling dibutuhkan mereka adalah keamanan agar mereka bisa bertempat tinggal yang aman dan nyaman," ungkapnya.

Sukamta yang juga sebagai Direktur Crisis Center For Rohingya DPP PKS menambahkan, upaya penghentian kekerasan ini perlu ada target waktu dan apabila Pemerintah Myanmar tidak bisa mencapai batas waktu yang ditentukan maka perlu ada evaluasi segera. "Kewajiban mpral negara-negara di Asean untuk membantu Rohingya. Karena ini merupakan kejahatan diluar batas kemanusiaan. Untuk itu saya mendesak Pemerintah Indonesia untuk membantu menuntaskan permasalahan Rohingya," jelasnya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini juga menegaskan untuk menghentikan kegiatan kekerasan di Rakhine, tekanan yang kuat harus diberikan kepada pihak militer Myanmar yang secara de facto memegang kendali pemerintahan Myanmar.

Penulis CH DEWI RATIH KPS

Editor IBRAHIM OEMAR
views