_

Dapat Hibah Sumur Bos Dari ESDM, Masnah: Ini Untuk Warga

HNCK8306-730x487

JAMBI - Ketersediaan air baku bagi warga di provinsi Jambi masih menjadi problem, penduduk yang tinggal di lahan gambut dan rawa rawa sangat sulit untuk mendapatkan akses air bersih. warga ini biasanya menggunakan air hujan untuk kebutuhan MCK dan membeli air galon untuk kebutuhan minum. Jika musim kemarau pun mereka sudah sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral)  memperhatikan kelangkaan kebutuhan air bersih ini. Di tahun 2017 Provinsi Jambi mendapatkan alokasi bantuan dari Kementrian ESDM sejumlah Tujuh (7) Unit Sumur Bor dengan spesifikasi kedalaman hingga 125 Meter dan memiliki debit air 1,5 hingga 2 Liter perdetik dengan total anggaran mencapai 3.078.214.876,- rupiah.
Keberadaan sumur bor ini sudah dilengkapi dengan Genset berikut rumah Genset dan berkemampuan melayani 2400 jiwa atau setara dengan 600 saluran rumah.

Kementrian ESDM pun, secara simbolis menyerahkan hibah sumur bor di provinsi Jambi  yang dipusatkan di Kemingkin Dalam kec. Taman Rajo Kab. Muaro Jambi (06/8/2018),  berikut juga menyerahkan bantuan Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Badan Geologie kementrian ESDM sebanyak 807  unit yang tersebar di Tanjab Barat sebanyak 576 Unit dan Sungai Penuh 231 Unit.
Didepan Media Ignasius Jonan mengatakan anggaran per Unit sumur bor sekitar 400 -500 Juta rupiah, untukm tahun depan jika disetujui kita akan bangun 750 sumur bor, bahkan dengan keberadaan Petrochina Jabung kita bisa salurkan kebutuhan melalui pipa pipa untuk warga.

Saat ditanya lebih lanjut terkait dengan progres sumur bor ditahun 2019 untuk warga , Jonan mengatakan, bukan begitu,"Harusnya yang pro aktif kepala daerah, Kalau kita bangun tidak dimanfaatkan buat apa", timpal Jonan
Dalam sambutannya Bupati Muaro Jambi Masnah Busyro, mengucapkan terimaksih atas bantuan sumur bor dari Kementrian ESDM, dan bangga juga karena Muaro Jambi dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam  acara penyerahan sumur bor.

"Kami Ucapkan terimakasih atas bantuan sumur bor dari Kementrian ESDM dan kami juga sangat bangga karena kami dihadiri oleg pak Mentri Ignaisus Jonan dalam peresmian dan peyerahan bantuan sumur bor".

Masnah Busyro juga menjanji akan mengajukan bantuan ke PUPR untuk pembanguan pipanisasi dan sambungan rumah (SR) ke warga masyarakat, namun pihak desa harus menganggarkan sekitar 10 persen dari total anggaran sebagai dana pendamping.

Sementara itu Kepala Desa Kemingking Dalam, Nanang mengatakan, kita senang dengan bantuan sumur dalam, kedepan nanti selesai hibah ke desa, kita akan gabung dengan program pamsimas karena ada tambahan pipa dan tower. Sesuai arahan dari pendamping kabupaten bisa  mencukupi kebutuhan air bersih untuk 500 rumah.

"Selama ini kita dengan Anggaran Desa membuat sumur gali namun tidak  berhasil, karena kedalaman rata rata yang kita bangun hasilnya air berwarna kuning masih banyak kandungan besinya", cetus Nanang.

Lanjut Nanang, kebutuhan untuk air minum selama ini kita membeli air galon, ketika untuk cuci dan mandi banyak yang ambil di sungai Batanghari dengan galon dan dilansir dengan motor. maka karena disini pusat kecamatan agar  bisa ditambah satu unit sumur bor. 
untuk kualitas air sumur bor ini, arahan dari Badan Geologi karena awal Agustus baru selesai, jadi proses penyedotan belum maksimal jadi butuh proses.
"Kedepan kita akan adakan program penyaringan air dimana air  dari sumur bor inbi bisa untuk diminum", pungkasnya.

Secara keseluruhan ditahun 2017 Kementrian ESDM  berhasil membangun sumur bor 237 unit, yang tersdebar di 27 provinsi  dan 143 kabupaten/kota. Khusus diprovinsi Jambi,  berhasil dibangun Tujuh (7) unit  yang tersebar di kabupaten Muaro Jambi bertempat di Gambut Jaya, Sungai Gelam, kabupaten Merangin  di Marus Jaya  kecamatan Renah Pembarap, kabupaten Bantanghari  di Jangga Baru kecamatan Batin XXIV, kabupaten Sarolangun di Pematang Kolim kecamatan Pelawan, kabupaten Tanjab Barat di Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi, kabupaten Tanjab Timur  di Bukit Tempurung kecamatan Mendahara Ulu, dan Kabupaten Tebo di Aburan Batang tebo kecaamatan Tebo Tengah.

Sedangkan di tahun 2018 juga mendapatkan alokasi bantuan sebanyak sembilan (9) Unit  dengan total anggaran 3.925.208.034,- rupiah namun hingga saat ini yang selesai terbangun baru dua (2) unit di Muaro Jambi bertempat di Kemingking Dalam kecamatan Taman Rajo dan Batanghari di Ladang Peris kecamatnm Bajubang.

Sementara itu untuk Tujuh (7) unit lainnya masih dalam proses pengerjaan di Sumber Jaya, kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi, Tanah Periuk kecamatan Tanah Sepenggal Lintas kab, Bungo, Gelanggang kec. Sungai Manau kab. Merangin, Mentawak Ulu  kec. Air hitam dan Muaro Katalo kec. Mandiangin kab. Sarolangun, Ladang peris kec. Bajubang kab. Batanghari, Tanjung Bungo kec. Kayu aro kab. Kerinci dan Sungai Penuh kec. Sungai Penuh kota Sungai Penuh.

JIka dihitung dari awal program ditahun 2000 sampai 2017 terdapat 1.795 unit sumur bor  yang dibangun dan mampu melayani 5 Juta Jiwa di daerah yang sulit air yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.  Khusus untuk tahun 2018 Kementrian ESDM menargetkan membangun hingga 550 sumur bor yang meningkat dua kali lipat dibanding 2017.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Abdulah Ihsan
views