_

Dedi Ganjar Irwandi dan Sofyanhadi Hukuman Seumur Hidup.

HNCK8306-730x487
Sidang Putusan perkara pembunuhan terhadap Indri Siswa SMPN 4 Muaro Jambi di Pengadilan Negeri Sengeti

JAMBI - Perkara pembunuhan terhdp siswa SMPN 4 Muaro Jambi an korban Indri Septiana Putri telah diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sengeti dalam persidangan yang digelar Selasa, 3/7/2018.

Terdakwa atas nama Irwandi dan Sofyanhadi keduanya divonis seumur hidup dalam persidangan yang dipimpin Dedi Muchti Nugroho didampingi hakim anggota Esti Kusumastuti dan Maria CN Barus.

Majelis hakim tidak membacakan secara keseluruhan namun hanya point point penting saja.

Berdasarkan putusan tersebut setelah berkonsultasi dengan pengacara keduanya melalui pengacara menyatakan pikir pikir.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Muh Ridwan Darmawan menyatakan, menerima namun akan mempelajari lebih lanjut karena ada perbedaan dalam pertimbangan dasar putusan kali ini, dan Hakim hanya memakai keterangan terdakwa saja sedangkan keterangan Ahli tidak dipakai.

"Keterangan terdakwa ini tidak singkron dengan keterangan ahli", kata Ridwan

Sambung Ridwan, berdasarkan visum disebutkan sebab kematian akibat patah tulang dasar tengkorak.

Dengan pertimbangan yang berbeda yang diajukan maka kita akan pelajari lebih lanjut, pingkas Muh Ridwan Darmawan.

Keluarga Korban yang hadir dipersidangan terlihat meneteskan air mata  mengikuti jalannya sidang putusan.

Juarni ibu korban selesai putusan mengucapkan alkhamdulilah merasa senang, lega sudah ada putusan, kebelakangnya berharap gak ada apa apa.

Ditambahkan Ayah Korban merasa senang atas  tuntutan jaksa dan putusannya sesuai dengan perbuatan terdakwa.

Berdasar fakta fakta hukum dalam persidangan  Indri, Siswa SMPN 4 Muaro Jambi  ini dibunuh oleh kedua terdakwa dengan tali tas milik korban yang dibelitkan dan ditarik oleh kedua terdakwa selama 20 menit, yang sebelumnya sempat disekap di perkebunan Sawit. Dan setelah meninggal korban di kubur dilokasi.

Kuburan korban sedalam 1 meter, oleh kedua terdakwa ditutupi dengan Pelepah sawit untuk menghilangkan jejak. Perbuatan Terdakwa ini dilakukan karena merasa ketakutan  karena korban mengetahui salah satu terdakwa dari suaranya. Sedangkan dari Ahli forensik, tubuh korban hampir semua membusuk. Korban banyak patah tulang disekujur tubuhnya mulai dari tulang dasar tengkorak, tumit kanan atas dan beberapa patah tulang lainnya. Pelaku juga mengambil motor, melepas plat dan menjualnya.

Dalam fakta persidangan tersebut juga disebutkan bahwa Kedua pelaku  ada kesadaran bahwa korban bisa meninggal dengan perbuatan yang dilakukannya  tersebut.

Dengan fakta fakta hukum tersebut akhirnya Hakim memutuskan keduanya dikenakan pidana penjara seumur hidup dikurangi masa tahanan.

Berdasarkan pasal 339 KUHPidana disebutkan Pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh kejahatan dan yang dilakukan dengan maksud untuk memudahkan perbuatan itu, atau jika tertangkap tangan, untuk melepaskan diri sendiri atau pesertanya daripada hukuman, atau supaya barang yang didapataya dengan melawan hukum tetap ada dalam tangannya, dihukum dengan hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun."

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views