_

Defisit Rp 81 Milyard, Fadhil Arief: Rasionalisasi Anggaran Solusinya

APBD tahun 2018 kabupaten Muaro Jambi Defisit hingga 81 Milyard Rupiah, banyak pemangkasan disektor Belanja Langsung

HNCK8306-730x487
M Fadhil Arief saat dilantik jadi Sekda kab Muaro Jambi

JAMBI - Anggaran itu bersifat angan-angan, jadi bisa saja terealisasi bisa saja tidak, makanya kondisi keuangan kabupaten Muaro Jambi defisit karena  sumber pendapatan tidak terpenuhi. Hal ini disampaikan sekretaris BPKAD kabupaten Muaro Jambi, (14/8) diruang kerjanya. Sengeti, 27/8/2018.
“Informasi dari BPRD, kita  defisit anggarannya”, ujarnya.
Sekretaris BPKAD juga menyampaikan, Salah satu penyebab defisit adalah Gaji ke 14  yang dianggarkan hanya gaji pokok ternyata harus dibayar total.
“Jadi kita salah dalam penganggaran”, jelasnya.
Maka langkah yang harus dilakukan adalah Rasionalisasi kegiatan, ada pemangkasan kegiatan di seluruh OPD. Dan, yang dipangkas kegiatan rutin belanja langsung.
Dengan demikian Pasti berpengaruh pada ULP, dan harus menunggu kepastian tersebut. 
Kalau dilakukan lelang, uang untuk bayar gak ada bagaimana?, Maka sementara menunggu dulu.
Defisit Anggaran ini tidak akan berpengaruh terhadap gaji pegawai, gaji selalu dibayar setiap tanggalnya,jelas sekban.
Penyesuaian/Rasionalisasi nanti akan diputuskan dalam APBD Perubahan, sekarang masih proses finalisasi, pungkas Sekban. 
Sekda Kab Muaro Jambi M Fadhil Arief, menjelaskan  Defisit anggaran disebabkan banyak variabel, tetapi problem utamanya adalah pada saat penyusunan tidak mengikuti regulasi yang telah ditetapkan, dan sebagian  juga disebabkan salah proyeksi.  
Ditambahkan oleh Fadhil Arief, defisit seperti ini sudah terjadi lama dari tahun tahun sebelumnya, tapi nilai tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya.
“Ini sangat fantastis, nilai defisit hingga mencapai 81 Milyard rupiah”, jelasnya.
Pemangkasan anggaran sudah kita lakukan dan kita tinggal tetapkan dalam APBD Perubahan.
“Dinas yang banyak dipangkas anggarannya adalah Dinas Pekerjaan Umum, karena disanalah letak anggaran yang besar”, jelas Fadhil Arif.
Sementara itu Kadinas PU, Yultasmi saat dihubungi via seluler, mengenai pekerjaan apa saja yang akan di Rasionalisasi, belum memberikan tanggapan.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views