_

Denda Rp 7,5 Juta Merokok Sembarangan di Kota Yogyakarta

HNCK8306-730x487
Wawali Kota Yogyakarta secara simbolis menyerahkan stiker pemberlakuan Perda No 2 Tahun 2017

Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)  terhitung mulai hari ini, Selasa (20/03) resmi diberlakukan. Para pelanggar akan dikenai sanksi  berupa Pidana kurungan selama maksimal 1 (satu) bulan dan dikenai denda paling banyak Rp. 7.500.000 apabila melanggar, yang sebelumnya selama 1 tahun ini dilakukan sosialisasi atas Perda tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA saat membuka Workshop Peningkatan Mutu Pelayanan Puskesmas dalam Mendukung Perda KTR, yang dilangsungkan di Hotel Grand Zuri Yogyakarta. Heroe juga mengatakan substansi Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang KTR  adalah melarang  orang untuk merokok di kawasan tanpa rokok. "Ada tujuh lokasi yang tidak membolehkan orang merokok  yakni di  fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, poliklinik dan lainnya, tempat proses belajar mengajar seperti di sekolahan. Tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, dari Perda KTR ada dua kawasan yang mutlak tidak diperbolehkan adanya aktivitas orang merokok, berjualan rokok, dan tidak boleh ada iklan rokok, yaitu di lingkungan pelayanan kesehatan dan lingkungan dunia pendidikan.

"Sedangkan di luar dua tempat tersebut, seperti lingkungan perkantoran, lembaga atau korporasi diwajibkan menyediakan tempat (kawasan) untuk merokok.  Untuk  tahap pertama akan diberikan sosialisasi kepada instansi, lembaga atau korporasi yang (pertama) menyatakan bahwa pada dasarnya setiap lingkungan perkantoran tidak  dibolehkan  ada rokok," jelasnya.

Waktoe.com-YOGYAKARTA, Heroe menambahkan, di Kota Yogyakarta sudah banyak warga atau kampung yang telah mendeklarasikan diri bebas dari asap rokok, dan dia mengapresiasi kepada warga yang berani mendeklarasikan diri untuk hidup sehat dengan tidak merokok di wilayah mereka.

"Diluar Kawasan Tanpa Rokok yang ditetapkan oleh Perda  kegiatan merokok juga dilarang  apabila di sekitarnya terdapat  ibu hamil dan anak-anak. Tujuannya adalah untuk menjaga agar para ibu hamil dan anak-anak terhindar dari paparan asap rokok yang dilakukan oleh orang lain,” tambahnya.

Secara terpisah Camat Mergangsan Dra Tyasning Handayani Shanti mengakui diwilayahnya telah menerapkan apa yang tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2017. "Diwilayah Kecamatan Mergangsan hampir semua kampungnya telah mendeklarasikan bebas dari asap rokok sesuai dengan Perda yang ada," katanya.

Bahkan di Kantor Kecamatan Mergangsan sendiri pun telah menyiapkan area khusus bagi para perokok (Smooking Area).

Penulis IBRAHIM UMAR

Editor IBRAHIM UMAR
views