_

Dibalik Festival Wedangan HIK Klaten

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - KLATEN, Acara festival wedangan Hik yang di gelar di sepanjang Jalan Pemuda Klaten Kamis malam (27/7) menyisakan cerita tersendiri bagi para pedagang yang mengikutinya, pasalnya kemeriahan berlangsungnya acara di bumbui aksi saling rebutan, terkesan siapa cepat dia dapat, hingga membuat para pedagang harus berjibaku melayani warga yang saling serbu hidangan Hik yang memang disediakan gratis menyambut hari jadi Klaten yang ke - 213.

Rio (26) salah satu diantara ratusan pedagang wedangan Hik asal Kelurahan Bareng yang ikut dalam gelaran festival itu menceritakan pengalamanya bagaimana Ia harus menghadapi orang-orang yang datang memesan hidangan Hik yang Ia sajikan.

"Sebelum acara dibuka saya menyiapkan 70 gelas (ukuran gelas plastik cup), susu jahe dan teh jahe, tapi sudah langsung pada ngambil, padahal itu masih jam sebelum dimulai, sekitar mau magrib, kan dari panitia acaranya jam tujuh mas, ya saya biarkan saja mereka ngambil apa saja disitu, saya juga lihat warung lainya juga sama, orang-orang sudah pada ngambil dulu", Kenang Rio.

Rio menyediakan hidangan diantaranya Nasi bungkus (nasi kucing) 100 bungkus, aneka gorengan, sate usus dan sate bakso masing-masing 30.

"Dagangan nggak nyampai satu jam ludes mas, ngambilnya ngawur, ada yang dibawa pulang. Ada juga yang mesan tapi nggak sopan, nggak menghargai pedagang, mungkin ya karena buru-buru kuatir keduluan yang lain", Tambahnya.

Dari subsidi Rp. 700.000 yang Rio terima, Ia mengaku mengantongi hasil bersih sekitar Rp. 300.000.

sebelum dibuka plt Bupati Klaten, Sri Mulyani, hidangan wedangan ludes diserbu pengunjung, bahkan ada beberapa gerobak HIK yang rusak karena ulah pengunjung,

Terpisah, Widodo (27) pedagang wedangan hik asal Blateran Kelurahan Kabupaten yang juga ikut dalam gelaran festival itu menceritakan pengalamnya yang tidak jauh beda dengan Rio. Ia mengatakan sebelum jam di bukanya acara sudah terlebih dahulu ludes di ambil orang-orang yang datang. padahal ada petugas dari disperindagkop yang menyarankan agar hidangan disajikan melalui dua tahapan, yakni jam enam untuk gelombang pertama dan jam delapan untuk gelombang kedua.

"Saran dari petugas jam enam dikeluarkan 45 bungkus dan gorengan juga separo, baru sisanya jam delapan, tapi habis magrib langsung dikeroyok masa, saya bingung sana pesen sini pesen, ora isoh leren mas, nggak nyampai satu jam langsung ludes", Terangnya.

Widodo menyediakan nasi bungkus 90, aneka gorengan 30, sate usus dan telur puyuh 30. dari subsidi yang diterimanya, Ia mengantongi hasil bersih Rp. 300.000.

Dalam menyambut Hari jadi Klaten Ke - 213, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui program kerja Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dab UMKM memberikan subsidi bagi para pedagang wedangan Hik sejumlah 150 pedagang dengan masing-masing sebesar Rp. 700.000. Dari jumlah itu diantaranya untuk transportasi Rp. 200.000 dan sisanya Rp. 500.000 untuk penyediaan hidangan ala wedangan Hik. sementara untuk menu hidangan sudah ditentukan oleh pihak panitia.

Penulis YOYOK TRI

Editor IHSAN ABDULAH NUSANTARA
views