_

Diduga Bertransaksi BBM Ilegal Kapal dan Tangki BBM ditangkap Satpolair Polres Tanjab Timur

Jenis Minyak Solar yang diragukan kualitasnya ditangkap Satpolair Polres Tanjab Timur saat sedang melakukan pengisisan BBM ke Kapal di Pelabuhan Samudra, Muara Sabak Barat kabupaten Tanjung Jabung Timur

HNCK8306-730x487
Truck Tangki pengangkut BBM dan KKM saat bersandar dipelabuhan Samudra Muara sabak Barat Tanjung Jabung Timur. Foto: Istimewa

JAMBI - Satpolair menangkap truk tangki bermuatan 20.000 liter  dan kapal yang diduga sedang bertransaksi pengisian Bahan Bakar Minyak jenis  solar di areal sandar kapal pelabuhan samudra kecamatan Muara Sabak Barat kabupaten Tanjab Timur Sabtu (21/4) lalu  dan diduga jenis Solar yang kualitasnya diragukan.

Disampaikan oleh Kanit  Gakkum Satpolair Ipda Adi , bermula dari Informasi dari masyarakat pagi itu yang diterima Satpolair Polres Tanjab Timur, dipelabuhan Samudra ada pembongkaran  BBM dari tangki ke kapal.

Satpolair dan Gakkum mendapati 1 unit kapal kargo dengan nama Megah Pertiwi sedang melakukan bongkar muatan kapal dan 1 unit tangki jenis Fuso merk Mitsubishi kapasitas 20.000 liter/ 20 ton dengan plat BH 8830  yang bertuliskan PT Ocean Petro Energy sedang menyalurkan BBM jenis solar ke kapal.

Saat ditanyakan dokumen sopir tangki menunjukan surat jalan, delivery note, STNK mobil, namun saat dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap BBM  jenis solar tersebut ternyata minyak tersebut meragukan.

Dengan begitu, KKM kapal km Megah Pertiwi dan sopir tangki digiring ke Mako satpolair guna penyelidikan lebih lanjut

Ditambahkan Adi, dari penyidikan diperoleh pengakuan saat itu pihak kapal mengalami kekurangan BBM, lantas  pihak kapal menelpon Usman yang ada di Sabak selanjutnya Usman menelpon Rudi untuk mencarikan minyak, maka Rudi mengusahakan minyak  memakai Ocean Petro Energy, didatangkan 1 tangki BBM, namun ternyata minyak solar nya diduga kualitasnya berbeda maka pihak Satpolair membawa ke laboratorium Pertamina Jambi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Rudi diyakini  salah satu orang OPE ini saat dihubungi melalui selulernya tidak diangkat, dan juga melalui pesan singkat tidak dijawab.

Sopir tangki JN (37)  yang beralamat di Mendalo kota Jambi berikut kernet YEK (35) dari Niaso Susuri 2 kab Muaro Jambi dan HD (25) sebagai Nahkoda kapal Megah Pertiwi dari Indramayu Jawa Barat ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dan dugaan pelanggaran pasal 53 huruf a dan b Jo pasal 54 UU no 22 tahun 2001 tentang Migas.

Dalam pasal 53 huruf a dijelaskan Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengolahan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah);  begitu juga pasal 54 tersebut dijelaskan Setiap orang yang meniru atau memalsukan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi dan hasil olahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah). 

Sementara itu, Kasat Polair Iptu Maskat Maulana saat dihubungi melalui pesan singkat selulernya mengatakan Dalam perkara ini masih dilakukan gelar perkara di Jambi, tulisnya.

Pengangkutan bahan bakar minyak dan Gas harus dilengkapi dokumen pengangkutan minyak meliputi loading order (Lo), delivery order (do),  dan surat jalan yang dikeluarkan dari badan usaha pemegang usaha niaga umum (bu-piunu/PT Pertamina).

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Abdulah ihsan
views