_

Disbunak Ajak Petani Sawit Berinovasi Dengan Ternak Sapi

Harga Sawit terus turun Dinas Perkebunan dan Peternakan kab. Muaro Jambi ajak berinovasi dengan beternak sapi

HNCK8306-730x487
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Zulkarnaini/ foto: Ihsan Abdulah

JAMBI – Merubah menset petani dengan tidak hanya mengharapkan hasil dari kebun sawit tetapi bisa menambah inovasi dengan beternak dilahan sawit. Hal itu disampaikan Kepala Disbunak Zurkarnaini saat membuka dan memimpin sosialisasi Inova Daerah. Sengeti, 11 Oktober 2018.
“Dengan ternak sapi dilahan sawit mampu mengurangi anggaran untuk pemupukan, dimana sekitar 20 persen dari total anggaran diperuntukan bagi pemupukan”, jelas Zulkarnaini.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan  kabupaten Muaro Jambi Zulkarnaini dalam sambutannya juga  menyampaikan keluhan-keluhan akhir akhir ini  mulai dari Petani, Dewan dan LSM soal harga sawit yang terjun bebas, sangat rendah.
Kata Zulkarnainj, komoditii yang tidak boleh ditanam tanpa rekomendasi dinas Perkebunan dan mendapatkan ijin yang  dikeluarkan oleh DPMPTSP adalah Teh, Tebu dan Sawit, ketiganya ini harus diusahakan  terintegrasi dengan pabrik pengolahan.
“Untuk pendirian pabrik sawit kapasitas 60 ton maka harus memiliki lahan 8000 Ha, sedangkan 30 ton maka 6000 Ha”, tegasnya.
Dan, untuk menaikan harga sawit itu mustahil karena pabrik sudah memiliki lahan inti, jika kebutuhan sawit cukup maka mereka tidak akan membeli sawit kita. 
“Maka kita harus bermitra, tetapi itu sangat  sulit bagi petani karena harus menyerahkan lahannya 20 tahun dikelola penuh oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) karena ini diatur Undang Undang”, ujarnya.
Maka kesempatan ini kita berinovasi dengan  mendatangkan narasumber  ahli, dari Asuransi dan Perbankan, imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Zulkarnaini juga menginformasikan adanya dana hibah dari pusat hingga trilyunan rupiah untuk program replanting sawit.
“100 juta untuk replanting sawit seluas 4 Ha. Dan ini hibah cuma-Cuma”, ujar beliau
Dia menambahkan, bukti penerimaan hibah, yang sudah menerima Sungai Bahar 10 Milyard, dan ini terus menyusul daerah lainnya.
“Tidak perlu sawit plasma, sawit masyarakat boleh, Jadi bagi petani yang menanam sawit palsu harap segera mengusulkan secepatnya di bulan Oktober ini”, pintanya.
Dalam kesempatan tersebut para audiens diajak juga menyaksikan Vidio petani sawit di Mendalo Laut yang sekaligus juga beternak sapi dilahan sawitnya.
Dia juga mengeluhkan kecilnya anggaran di OPD Disbunak. Kondisi anggaran di Disbunak sangat  memprihatinkan karena hanya mendapatkan anggaran  500 ekor ayam dan 500 ekor itik, jika dibagikan hanya dapat tiga ekor per desa.
Acara sosialisasi pencanangan proyek perubahan kabupaten Muaro Jambi dengan tema strategi peningkatan swasembada daging melalui pengembangan ternak unggulan melalui pemberdayaan masyarakat dan BUMDes dihadiri anggota BUMDes, Petani/ternak, pengusaha perkebunan, Kades dan tamu undangan lainnya.
Diberitakan sebelumnya dalam rapat Paripurna DPRD, salah satunya fraksi PAN yang disampaikan oleh Fathuri masih terus menyuarakan harga komoditi sawit yang anjlok, dan meminta Kerja nyata Pemda dalam mengendalikan sawit yang harganya 990 rupiah perkilo, padahal dalam regulasi aturan Dinas Perkebunan 1400 perkilo gram. 
“Ada sekitar 21 pabrik sawit tetapi semuanya tidak  melaksanakan itu, maka butuh pressure kepada pabrik untuk melaksanakan agar sawit naik”, tegasnya.

 

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views