_

Disperindag DIY Menggelar Festival Jogja Kota Batik Dunia 2017

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - YOGYAKARTA,  Kota Yogyakarta pada Oktober 2014 dinobatkan World Craft Councilt (WCC) sebagai kota batik dunia, yang dievaluasi setiap empat tahun sekali. Dan setiap dua tahun sekali, yaitu tahun 2016 dan 2018, diwajibkan mengadakan Batik Biennale bertaraf internasional.

Dalam rangka menunjukkan eksistensi batik di Yogyakarta, seperti disampaikan Ir Budi Antono, MSi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, akan diadakan Festival Jogja Kota Batik Dunia 2017, yang merupakan kegiatan "antara" sebelum dilakukan evaluasi oleh WCC pada penyelenggaraan Biennale II. 

Terpilihnya kota Yogyakarta menjadi Kota Batik Dunia oleh World Craf Councilt  diterimakan di Kota Dongyang, China, tidak lepas peran dari Dekranasda DIY, yang merupakan keberhasilan Dekranasda melaksanakan kegiatan di luar program. Dinobatkan kota batik dunia tidaklah mudah karena harus bertanggungjawab untuk mempertahankan dan mengisi kegiatan yang merujuk pada status tersebut.

"Sebelumnya, pada bulan Februari sampai Maret 2017 diadakan lomba souvenir turunan batik tekstil dan nontekstil. Juga lomba desain fashion batik trend internasional dengan tema batik identity, meliputi busana batik kasual dan busana batik kerja," kata Budi Antono, didampingi Ir Polin MW Napitupulu, MSi dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY, Selasa (18/10). 

Selain itu, lomba batik motif Jogja Istimewa dengan tema pelestarian dan pengembangan batik Jogja Istimewa dengan motif dasar batik Purbonegoro, yang hasilnya akan digunakan seragam ASN Pemda DIY yang dilaksanakan pada Agustus-September 2017.

Selain mendorong berkembangnya sektor industri kecil dan menengah batik di DIY, juga melestarikan warisan budaya, khususnya batik. Juga meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat melalui industri batik. Tak kalah pentingnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat para pelaku usaha di bidang industri batik.

Berkaitan dengan hal itu, pada 25-29 Oktober 2017 di Jogja Expo Center (JEC) Jl Janti, Banguntapan, Bantul, akan berlangsung "Batik to the Moon" yang akan dibuka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dimaknai sebagai harapan atau cita-cita agar batik dapat dikenal sampai ke seluruh pelosok dunia. Dan digunakan dalam berbagai kepentingan.

Memeriahkan kegiatan itu, akan ada fashion show yang melibatkan IKM DIY, sekolah menengah, perguruan tinggi dan asosiasi desainer serta menampilkan perancang busana dan desainer serta model dari DIY. 

Mengiringi kegiatan itu, diselenggarakan "Jogja Batik Parade" pada 26 Oktober 2017 pukul 15.00 WIB di Jalan Margo Utomo (Malioboro). Tepatnya di sebelah barat pintu gerbang Kantor Gubernur DIY. Menampilkan batik adibusana, the monolith, batik tradisi, kereta batik kencana, batik busana, batik fantasi dan marching band dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Selain itu, ada juga pameran batik yang diikuti 150 IKM batik dan institusi yang berkaitan dengan batik meliputi koleksi batik keraton Yogyakarta, bahan atau kain batik asli (cap, tulis atau kombinasi), pakaian jadi, demo dan edukasi mengenai batik dan produk turunan batik (batik pada media kayu, kulit dan sebagainya).

Ada pula lomba medsos yang diadakan Siber Kreasi sebagai Gerakan Nasional Literasi Digital dengan materi utama batik, yang merupakan bentuk kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Penulis IBRAHIM UMAR

Editor IBRAHIM OEMAR
views