_

Dituduh Provokatif di Al-Jazeera Fotografer ternama dipenjara.

HNCK8306-730x487

 

 

WAKTOE.COM | JAKARTA -- Shahidul Alam (63)  Fotografer ternama pemenang penghargaan dari Bangladesh, dipenjara karena diduga  membuat pernyataan palsu dan provokatif di Al-Jazeera dan Facebook Live tentang demonstrasi mahasiswa besar-besaran di Dhaka pada bulan lalu.

Fotografer ini ditahan atas  melanggar Undang-Undang Internet Bangladesh yang disahkan pada 2006 dan dipertajam pada 2013.

Undang-Undangan ini sendiri, menurut para kritikus digunakan untuk memadamkan perbedaan pendapat dan melecehkan wartawan.

Fotografer ini menuduh aparat kepolisian menyerangnya di tahanan hingga dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Ia lalu dibawa ke penjara pada Minggu (12/8).

Seperti yang dikutif Join News Network (JNN) dari AFP, Minggu (12/8) mengatakan.  "Pengadilan kemudian mengirimnya ke penjara," kata petugas kepolisian setempat  Moshiur Rahman. 

Sementara polisi lainnya menambahkan kepada harian lokal Daily Star bahwa Alam akan tetap dipenjara hingga penyelidikan atas tuduhannya selesai. " Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 14 tahun penjara ". 

Sekedar diketahui, Alam merupakan pendiri Pathshala South Asian Media Institute dan berbagai karyanya telah terbit di media-media barat. 

Alam ditangkap sendiri terjadi mengakhiri demonstrasi pelajar besar-besaran di Bangladesh selama sembilan hari, menyusul kematian dua remaja yang ditabrak oleh bus. 

Akhir pekan lalu, demonstrasi disertai kekerasan. Demonstran mulai melakukan aksi vandalisme dengan menyerang kendaraan, sementara polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet. 

Kepada Al-Jazeera, Alam mengatakan bahwa protes tersebut merupakan puncak kemarahan terhadap pemerintah, pembungkaman terhadap media dan meningkatnya korupsi.

Meskipun protes itu terjadi pada pekan lalu, pihak berwenang Bangladesh akan menindak keras aktivis online karena "menyebarkan desas-desus" untuk membuat kerusuhan.

Belum terpuskan, pihak polisi tetap  masih mencari orang-orang  di balik 1.000 akun Facebook dan telah menahan sedikitnya puluhan aktivis media sosial.(FAP/DS/JNN-NAS).

Penulis Nasri

Editor Ersad
views