_

Dorong Pertumbuhan, HIMKI Sleman Dikukuhkan

Pertumbuhan ekonomi AS semakin solid didukung oleh konsumsi dan investasi yang masih kuat. Konsumsi yang masih kuat didukung oleh kondisi ketenagakerjaan yang membaik, antara lain tercermin pada penurunanya tingkat penganguran dan meningkatnya pertum

HNCK8306-730x487
Pengurus HIMKI DIY dan HIMKI Sleman saat foto bersama

Waktoe.com - SLEMAN, Keberadaan sektor industri mebel dan kerajinan DIY memiliki kontribusi yang cukup signifikan sebagai salah satu industri unggulan ekspor DIY nomer dua setelah Tekstil sektor meubel dan kerajinan merupakan industri padat karya karena peranannya yang telah terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun demikian, sektor industri tersebut belum dapat dioptimalkan sebagai salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional yang besar dan memadai. Untuk itu, diperlukan upaya dari semua pihak dengan program-program kreatif & inovatif yang dapat mendorong bangkitnya kemandirian kekuatan industri mebel dan kerajinan di DIY yang lebih maju dan bermartabat.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPD HIMKI DIY (Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta) DR. Timbul Raharjo, M.Hum, sebagai perhimpunan pelaku usaha di sektor permebelan dan kerajinan, dalam arti seluas-luasnya, menyadari tanggung jawabnya untuk membina dan mengembangkan kerjasama dengan semua pihak mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan ikut serta melaksanakan pembangunan nasional di bidang ekonomi.

Ekspor Furniture & Kerajinan DIY Meningkat
Pada Triwulan I 2017 (menurut data kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank Indonesia) ditambahkan Timbul, ekspor luar negeri DIY tumbuh meningkat didorong oleh perbaikan ekonomi global dan negara mitra dagang. Ekspor tercatat tumbuh meningkat dari 0,99% pada triwulan lalu menjadi 9,01% pada triwulan laporan. “Peningkatan ekspor terutama terjadi ke Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang, dan Korea sementara ekspor ke ASEAN dan Tiongkok mengalami penurunan. AS dan Eropa merupakan Negara utama tujuan ekspor DIY dengan pangsa mencapai 60 persen,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi AS semakin solid didukung oleh konsumsi dan investasi yang masih kuat. Konsumsi yang masih kuat didukung oleh kondisi ketenagakerjaan yang membaik, antara lain tercermin pada penurunanya tingkat penganguran dan meningkatnya pertumbuhan upah. Selain itu investasi AS juga membaik bersumber dari investasi non residen terutama di sektor energi, seiring dengan kenaikan harga minyak. “Ekonomi Eropa juga menunjukan perbaikan dengan dorongan konsumsi dan ekspor. Indikasi kenaikan pertumbuhan ekonomi Eropa tercermin dari ekspor Eropa juga mengalami peningkatan sejak Oktober 2016 ditopang oleh naiknya permintaan global dan mata uang Euro yang mengalami depresiasi terhadap Dolar AS. Ekspor meubel masih konsisten tumbuh meningkat dari 46,38% pada triwulan IV 2016 menjadi 82,31% pada triwulan I 2017. Furniture menjadi komoditas ekspor utama DIY nomer dua dengan proporsi mencapai 67% setelah tekstil,” katanya.

DPD HIMKI DIY dalam hal ini jelas Timbul, adalah perangkat organisasi yang merupakan perpanjangan tangan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Sesuai dengan ART HIMKI bahwa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dapat dibentuk atas inisiatif anggota di daerah yang disetujui oleh Dewan Pimpinan Pusat di lokasi-lokasi sentra industri mebel dan kerajinan serendah-rendahnya tingkat kabupaten/kota dan khusus daerah istimewa setingkat propinsi. DPD HIMKI DIY adalah organisasi setingkat Provinsi berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Wilayahnya meliputi Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman dan Kotamadya Yogyakarta.

“HIMKI DIY sebagai perhimpunan pelaku usaha di sektor permebelan dan kerajinan, dalam arti seluas-luasnya, menyadari tanggung jawabnya untuk membina dan mengembangkan kerjasama dengan semua pihak mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan ikut serta melaksanakan pembangunan nasional di bidang ekonomi. Untuk memperkuat mobilitas organisasi dan kelembagaanya Yang mencakup wilayah kerja di Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman dan Kotamadya Yogyakarta, DPD Himki DIY membentuk perangkat kerja Koordinator Daerah (Korda) dalam mempermudah koordinasi dan menyampaikan informasi di daerah tersebut,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu, pada hari Senin (28/08) DPD HIMKI DIY mengukuhkan kepengurusan KORDA HIMKI SLEMAN yang dipimpin oleh Setyana Ade Nugraha. Selain mengukuhkan KORDA HIMKI SLEMAN, DPD HIMKI DIY juga sudah mengukuhkan kepengurusan KORDA HIMKI KOTAMADYA Yogyakarta dan KORDA HIMKI GUNUNG KIDUL.

Untuk selanjutnya program kerja yang akan dilakukan Korda HIMKI Sleman menurut Setyana Ade Nugraha adalah, melakukan penguatan kelembagaan daerah menjalin kerjasama dengan semua pihak baik swasta atau pemerintah daerah melalui dinas terkait, dan BUMN. Melakukan pembinaan Anggota di wilayah Sleman melalui pelatihan-pelatihan dan fasilitasi promosi/pameran lokal, nasional maupun internasional. Memberikan bantuan konsultasi, sosialisasi & pendampingan advokasi bagi anggota yang memerlukan terkait perizinan, regulasi baru. “Kabupaten Sleman mempunyai potensi yang besar terhadap sektor UKM furniture dan Kerajinan di DIY. DPD himki DIY melalui korda himki sleman akan membantu menjembatani persoalan perijinan usaha yg masih menjadi hambatan dan kendala yang banyak dihadapi oleh UKM khususnya di Kabupaten Sleman, agar program pemerintah pusat melalui Paket Kebijakan XII Presiden Jokowi tentang HO, SIUP, TDP dll. bisa dengan mudah dilaksanakan,” tandasnya.

Penulis CH DEWI RATIH KPS

Editor IBRAHIM OEMAR
views