_

DPD PDIP DIY Akan Mengadakan Pendidikan Kader Perempuan

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - SLEMAN, Guna meningkatkan kesadaran perempuan terhadap permasalahan di wilayahnya masing-masing dan masalah yang dihadapi perempuan, serta mendorong keberanian perempuan maju dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pendidikan kader perempuan khusus politik angkatan ke-2 yang akan diselenggarakan di Balai Pemerintah Masyarakat Desa (PMD) Yogyakarta, Kalasan, Sleman pada tanggal 17 dan 18 Februari 2018 mendatang.

"Pendidikan kader perempuan akan diikuti kader perempuan dari 5 kabupaten/kota se DIY dari setiap daerah pemilihan mengirimkan 1 orang wakil," ujar Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto, Kamis (15/02) saat jumpa wartawan di Balai PMD Yogyakarta.

Nantinya setelah dilaksanakan pendidikan kader perempuan ini, lanjut Bambang akan dibuat rencana tindak lanjut (RTL) yang diharapkan akan menghasilkan pemetaan masalah di Dapil masing-masing.

"Partisipasi perempuan dalam politik sangatlah penting, sebab keberadaan mereka dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal, dan mempengaruhi agenda dan proses pembuatan kebijakan, serta turut serta dalam proses pembangunan," terangnya.

Selain itu keterlibatan perempuan terus naik dari 2004 sejumlah 5% naik menjadi 9% di pemilu 2009 berdasarkan data KPU tahun 2014. "Terjadi peningkatan meskipun kuota minimal 30% belum terpenuhi. DIY dalam data Puskapol UI pada tahun 2013 termasuk dalam 9 besar DPRD Propinsi dengan keterpilihan perempuan kategori tinggi diatas 20%," katanya.

Begitu pula pada pemilu 2014, pada saat pencalonan seluruh partai politik telah menetapkan kuota 30% bahkan beberapa partai merekrut calon legislatif perempuan lebih dari 30%. "Di Indonesia sejak reformasi partisipasi politik perempuan khususnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan menjadi agenda pemerintah dan legislatif," imbuhnya.

Penulis DEWI RATIH

Editor CH DEWI RATIH KPS
views