_

DPR Dorong Pemerintah Lebih Perhatian terhadap Stunting

HNCK8306-730x487

Waktoe.com-JAKARTA, Laporan WHO di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Perbandingan dengan Data Kementerian Kesehatan: ada 27,5 persen balita di Indonesia menderita stunting.

Menanggapi hal ini, Sukamta, anggota Banggar DPR RI, Kamis (8/2) di Jakarta meyatakan, “Ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang perhatian. Saya mendorong agar pemerintah memberi perhatian yang lebih. Sebagai upaya strategisnya, Pemerintah perlu membuat kerangka sistemik untuk mengatasi persoalan stunting, bukan hanya dengan bantuan beras dan makanan tambahan, tetapi juga terkait dengan kemudahan akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan.”

Sekretaris Fraksi PKS ini menjelaskan stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan menurunkan produktivitas.  Menurut penelitian, sebanyak 25% bayi yang mengalami gizi buruk akan memiliki IQ 51-70 pada usia 40 tahun nanti.

Pada tahun 2040, lanjut Sukamta, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 300 juta jiwa. Kita akan mengalami Bonus Demografi karena penduduk pada usia produkif ada sekitar 60% ada. Jumlah penderita stunting yang besar bisa berubah menjadi "Bom Demografis", berupa bencana sosial dan budaya yang amat serius.

Pemerintah pusat dan daerah perlu segera melalukan pemetaan dan membuat data base by name balita dan keluarga yang memiliki masalah stunting, karena ada perbedaan data antarlembaga baik pemerintah maupun asing terkait kondisi stunting.

“Kemenkes mendata ada 14 dari 34 provinsi dengan proporsi gizi buruk lebih tinggi dari rata-rata seluruh Indonesia. Ini menunjukkan ada persoalan sistemik terkait ketersediaan pangan dan kesehatan. Paradoks dengan gembar-gembor swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah,” ujar wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Penulis DEWI RATIH

Editor CH DEWI RATIH KPS
views