_

Dugaan Kekalaian Petugas Persalinan, Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Kasus meninggalnya bayi dalam kandungan di RSUD Ahmad Ripin terus berlanjut , hingga dugaan kelalaian petugas persalinan semakin menguat

HNCK8306-730x487
RSUD Ahmad Ripin Muaro Jambi

JAMBI - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin akan melakukan konferensi pers terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh dokter RSUD Ahmad Ripin. Sengeti, 11 Oktober 2018.

Dugaan kelalaian ini karena di duga terlambat dalam memberikan penanganan terhadap pasien yang akan melahirkan dan menyebabkan meninggalnya seorang bayi dalam kandungan.

Kepala Tata Usaha RSUD Ahmad Ripin, Aang menjelaskan, tadi pagi kita sudah rapat dan hasil senin kita akan panggil secara resmi yang bersangkutan untuk hadir dirumah sakit.

 

"Nanti hari senin (red-tanggal 15 Oktober 2018) mendatang kita akan konferensi pers dan akan kita jelaskan semuanya,"jelasnya kepada sejumlah awak media

Karena pengaduan secara resmi, maka kita akan berikan surat panggilan juga resmi.

 

Sebelumnya diberitakan Heri Andira, warga RT 07 Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, dibuat meradang dengan buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muarojambi. 

 

Hal ini disebabkan karena si buah hati yang dikandung istrinya meninggal dalam kandungan. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/10) lalu, yang mana Istri mengalami pendarahan hebat di RSUD Ahmad Ripin yang kemudian di rujuk di RSUD Raden Mattaher Jambi.

 

"Sampai di RS dokternya menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi saja pak, kita selamatkan nyawa ibunya saja, sebab anak bapak sudah meninggal didalam kandungan karena terlambat ditangani,"jelas Heri.

 

Lebih lanjut, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat secara internal yang dikatakan oleh Aang, bahwa rapat yang melibatkan Ketua Komite Medik, dan sub-subnya, Kepala Bidang Pelayanan, dokter yang bersangkutan tersebut sudah memiliki hasil. Namun, Ia mengatakan bahwa hasilnya akan di beritahu pada hari senin.

 

"Hari ini sudah rapat, Hasilnya sudah di tentukan, kita punya rentetan rekam medik. Saat pasien masuk, itu kita periksa dan langsung ke ruang IGD, yang periksa juga dokter IG, hari senin nanti akan kita jelaskan semuanya,"ujarnya

Sementara itu, kepala dinas Kesehatan, Zaenal Abidin mengatakan, akan mengkoorsinasikan dengan direktur rumah sakit, tentang siapa dokter yang menangani dan kenapa pasien ditinggalkan.

"Biasanya dokter saat meninggalkan ada kepercayaan", tegasnya.

Untuk masalah kandungan dokter kandungan yang menjelaskan hal tersebut, apakah ada kelainan atau tidak, katanya.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views