_

Emak-emak Geruduk Kantor Gubernur Jambi

HNCK8306-730x487

Jambi - Puluhan emak- emak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di perkarangan Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi menggeruduk kantor Gubernur Jambi, Telanaipura Jambi, Selasa (9/10), untuk masuk menemui Pelaksana Tugas Gubernur Jambi.

Saat aksi, Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar sedang melaksanakan rapat tertutup bersama anggota DPR RI Komisi II di ruang utama kantor gubernur Jambi. 

Untuk menghalau anarkisme, para pedagang langsung diarahkan ke ruang pola rapat Wakil Gubernur, pertemuan dipimpin Assisten II Gubernur Jambi Agus Sunaryo.

"Pihak rumah sakit Kami nilai arogan, main gusur saja. Kami kesini meminta bapak pelaksana tugas gubernur memberikan solusi," sorak seorang pedagang, Arif.

Arif menjelaskan, pemicu kekesalan emak-emak ini lantaran dagangan mereka selama 30 tahun itu digusur oleh pihak rumah sakit. Awalnya pihak rumah sakit menjanjikan untuk merelokasi ditempat yang layak di perkarangan rumah sakit. 

"Namun janji ditunggu tak kunjung datang hingga akhirnya pihak rumah sakit menawarkan tempat sewa kantin di Hostel sebesar Rp 16-20juta perbulan. Kami bukan pedagang liar. Kami resmi sebagai Kantin Jamsostek," ujar Arif.

Menurut Arif penggusuran ini timbul sejak pergantian Direktur Utama rumah sakit sekarang. Pasalnya hanya mereka yang digusur, kantin yang ditempati oleh pegawai di rumah sakit itu tak disentuh oleh pihak rumah sakit.

"Tempat itu dibangun oleh sejak dijabat oleh gubernur lama, Zulkifli Nurdin ingin dibongkar oleh pihak rumah sakit. Bahkan pintu untuk masuk ke kantin juga sengaja ditutup oleh pihak rumah sakit. Jika tak pindah, setiap hari pedagang merasa di intimidasi oleh pihak rumah sakit," kata Arif.

Emak Masinah mengatakan, Pedagang merasa dilecehkan oleh pihak rumah sakit, mereka disuruh untuk mengurus surat bantuan ke panti sosial. Ia mengharapkan, pemerintah segera memberikan solusi kepada pedangang. 

"Tolong kami pak, kami ini mencari rejeki untuk makan. Kami jualan tak mencari kekayaan," tangis Masinah.

Terpisah, Plt Direktur Utama Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, Drg Iwan Hendrawan mengatakan, pedagang yang bejualan di dalam lingkungan rumah sakit melanggar aturan rumah sakit dan akreditasi rumah sakit dalam mencegah penyebaran penyakit.  Pihaknya sudah menyiapkan tempat layak di kantin yang berada diluar perkarangan sebesar Rp 100 ribu perbulan. 

"Yang jelas mereka sudah kita akomodir di tempat yang lebih layak diluar perkarangan 100 ribu perbulan. Karena satu lalat saja hinggap di jualan mereka menyebabkan penyebaran penyakit," kata Iwan. (Dani)

 

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views