_

Festival Gerhek Ramaikan Grebeg Syawalan Rowo Jombor

Tradisi grebeg syawalan di rowo jombor diramaikan dengan festival gethek yang diikuti ratusan peserta di harii ke 7 bulan syawal

HNCK8306-730x487
festival gethek grebeg syawalan 2018. Foto: doc

JATENG - Sebanyak 196 tim ikut ambil bagian pada festival gethek tradisional 2018 dalam rangka perayaan grebek Syawalan di Rowo Jombor Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, 19 Juni 2018

Festival gethek dalam rangka perayaan grebek Syawalan di Rowo Jombor dibuka Bupati Klaten Sri Mulyani. 
Ketua Panitia, Nurdin SE yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Krakitan, Bayat dalam laporannya mengatakan, peserta festival gethek tradisional masing-masing 52 tim putra/putri umum dari perwakilan Kecamatan se Kabupaten Klaten. Kemudian 52 tim putra/putri pelajar dari perwakilan Kecamatan se Kabupaten Klaten. 
Setelah itu, kata Nurdin, 26 tim Koramil  se Kabupaten Klaten, 26 tim Polsek se Kabupaten Klaten, 22 tim putra/putri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Klaten dan 18 tim perwakilan desa se Kecamatan Bayat. Festival gethek tradisional 2018 dalam rangka perayaan grebek Syawalan di Rowo Jombor disaksikan tidak kurang dari 1000 orang yang berasal dari Klaten dan pelancong dari luar Klaten.  
Nurdin SE menjelaskan,  juara 1 putra/putri umum maupun pelajar mendapatkan piala, uang pembinaan masing-masing Rp 3.500.000. Juara 2 putra/putri umum maupun pelajar mendapatkan píala, uang pembinaan masing-masing Rp 2.500.000. Juara 3 putra/putri umum maupun pelajar mendapatkan piala, uang pembinaan masing-masing Rp 1.500.000. Juara harapan 1 putra/putri umum maupun pelajar mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 1 juta dan juara harapan 2 putra/putri umum maupun pelajar mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 1 juta. 
Camat Bayat, Edy Purnomo SE dalam sambutannya mengatakan, tema festival gethek tradisional 2018 adalah Kita Lestarikan Budaya Syawalan melalui Lomba Gethek tradisional.  Tujuan lomba gethek antara lain untuk menanamkan rasa cinta wisata bahari sebagai negara kepulauan, mendukung pelestarian gethek di Kabupaten Klaten.
Selain itu, kata Camat Bayat, Edy Purnomo SE, untuk menciptakan media olah raga yang mudah dan murah di kalangan masyarakat dan pelajar melalui gethek tradisional serta untuk memberikan wadah bagi apresiasi olah raga tradisional. Adapun yuri berasal dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten dan Koordinator Kecamatan Bayat Bidang Pendidikan. 
Sementara itu Bupati Klaten Hi Mulyani dalam sambutannya mengatakan, gethek merupakan salah satu alat
transportasi tradisional di Klaten. Keberadaan gethek sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang hingga kini masih eksis di tengah masyarakat.  
Menuru sri Mulyani, zaman dulu keberadaanan gethek di Klaten difungsikan sebagai alat alternatif transportasi masyarakat yang nyaman,  aman, terjangkau serta ramah lingkungan. Untuk itu atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Klaten menyambut baik dan mendukung acara festival gethek di obyek wisata Rowo Jombor Krakitan Bayat.   Bupati Klaten Hj Sri Mulyani memandang,  lomba gethek tradisional sebagai sebuah upaya untuk mendorong para generasi muda agar mengenal dan akhirnya semakin mencintai alat tradisional khususnya gethek. Selain itu, melalui festival gethek ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai seni di kalangan generasi muda sebagai cara untuk menumbuhkan minat mereka pada alat tradisional gethek.  
Turut mendampingi Bupati Klaten Hj Sri Mulyani pada acara festival gethek tradisional tersebut antara lain Sekda Klaten, Drs Jaka Sawaldi MM, Asisten 2 Sekda Klaten Drs H Purwanto AC MSi, Kepala Disparbudpora Klaten Drs H Pantoro MM, Kepala Bappeda Klaten Sunarno SH. Kemudian Kabag Umum Setda Klaten H Amin Mustofa, serta seluruh camat se Kabupaten Klaten.

Penulis Yoyok Haryo

Editor Abdulah Ihsan
views